Ad

Memo Timur Lumajang
Monday, 12 January 2015

CARA BUAT MOL BUAH


By : Ayah ManjelDech

Bahan :
-         Buah sawo matang dll            :1 kg
-         Rotan                           :100 ml
-         Gula                             :100 gram
-         Vetsin / Msg               :1 sendok makan
-         Air                                :5 liter

Cara buat :
-         Blender buah sawo dan buah2 lainnya
-         Campurkan semua bahan secara merata dan aduk aduk
-         Simpan dalam wadah tertutup selama 2 minggu

Dosis :
1liter + 10 liter air, aplikasi 1 minggu sekali pada tanaman fase generatif

Mogaberhasil !

Cara Buat Pupuk Organik Cair NPK

By. Ayah Manjel Dech
 Pupuk N
Bahan :
-        Urine hewan          : 10 liter
-        Kohe halus            : 1/2 karung
-        Daun daunan hijau (daun gamal, kacang-kacangan, wedusan dll) : 1 karung
-        Rotan                    : 1 liter
-        Gula/ molases       : 1 kg
-        Air                        : 20 liter

Cara buat :
-        Daun daunan dicacah halus
-        Campurkan semua bahan dan aduk aduk sampai merata
-        Fermentasi selama 2 minggu

Dosis :
1 liter + 10 liter air

·       Pupuk P
Bahan:
-        Batang pisang                    : 1 pohon
-        Kohe guano/ puyuh : 5 kg
-        Rotan                                : 1 liter
-        Gula/ molases                   : 1 kg
-        Air                                    : 30 liter

Cara buat :
-        Batang pisang dicacah halus
-        Campurkan semua bahan dan aduk aduk sampai merata
-        Fermentasi selama 2 minggu

Dosis:
1liter + 10 liter air

·       Pupuk K
Bahan:
-        Sabut Kelapa                    : 10kg
-        Rotan                                : 1 liter
-        Gula/ molases                   : 1 kg
-        Air                                    : 30 liter

Cara buat :
-        Campurkan semua bahan dan aduk aduk sampai merata
-        Fermentasi selama 2 minggu

Dosis:
1liter + 10 liter air

Saturday, 3 January 2015

CARA MENDAPATKAN STARTER TRICHODERMA


Dan TEKNIK PERBANYAKANNYA
By. Ayah Manjel Dech
Bahan/alat :
· Nasi yang sudah bermalam : 1 – 2 muk/takar
· Bambu (dibelah 2 bagian) : 1 ruas
· Tali plastic/karet secukupnya
Cara :
· Bagian dalam bambu dibersihkan, Belahan bambu dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas kiri dan kanan
· Kemudian isi satu bagian/belahan bambu dengan nasi yang sudah dibiarkan semalam.
· Satukan belahan bambu tersebut dan ikat dengan tali plastic sampai rapat
· Kubur di hutan atau di bawah pokon bambu atau di tanah yang subur/humus sedalam 10-20 cm, tutup kembali dengan tanah dan bertanda untuk memudahkan pengambilan.
· Biarkan selama 5-7, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan Trichoderma.
CARA MEMPERBANYAK TRICHODERMA
Cara 1
Bahan :
· dedak : 10 kg
· gula Pasir : 20 sdm
· air : secukupnya (3 l)
· biakanTrichoderma : 1 ruas bambu
Cara :
* dedak dikukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dari berbagai jamur/bakteri).
* Larutkan gula dalam air matang
* biakanTrichoderma dikeluarkan dari bamboo dan dicampurkankan dengan dedak
* Campuran dedak dan trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal-kepal (tidak terlalu kering dan basa)
* Masukkan dalam wadah plastik dan tempatkan ditempat yang terhindar dari matahari dan hujan langsung.
* Biarkan selama 3 – 7 hari
Cara 2
Bahan:
1. Jamur induk Trichoderma (F0) saru ruas bambu
2. Beras (sesuaikan dengan keinginan)
3. Air murni / air dari mata air / kalau kepepet ga ada pake air matang yg sudah direbus dulu
4. Alcohol 70% (untuk pensterilan alat2)
Peralatan :
1. Plastic bening
2. Kompor Gas
3. Panci
4. Sendok
5. Wadah / nampan
6. Lilin
Cara buat :
1. Beras dimasak menjadi 1/3 masak (selama 10 menit), (sunda: ngagigihan)
2. Setelah beras menjadi 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan.
3. Setelah itu masukan beras yang telah didinginkan tersebut kedalam plastic bening. Setiap plastic diisi dg beras 10 sendok makan.
4. Kemudian beras yang telah selesai di masukkan ke dalam plastic dilakukan proses pengukusan kembali selama 10 menit.
5. Selanjutnya dinginkan lagi pada wadah nampan hingga benar-benar dingin.
6. Sendok yang akan digunakan harus disterilkan dengan menggunakan alcohol, begitu juga dengan tangan kita.
7. Sendok tersebut dekatkan dengan api lilin secara sekilas saja, hal ini untuk bertujuan mensterilkan sendok dari bakteri-bakteri di udara.
8. Gunakan sendok yang telah disterilkan tersebut untuk mengambil bahan induk jamur trichoderma
9. Setiap 1 kantong plastic yang berisi beras yang telah dikukuskan tadi akan kita isi dengan bahan induk jamur trichoderma sebanyak 1/3 sendok.
10. Kocokkan agar jamur trichoderma merata tercampur dengan media beras yang telah kita kukuskan tadi.
11. Kemudian setelah itu streples ujung plastic yang terbuka agar tidak ada celah binatang kecil seperti semut dsb masuk ke dalam plastic tersebut.
12. simpan selama 14 hari.
13. Jika proses yang kita lakukan baik dan benar maka setelah 14 hari media beras diatas akan berubah warna menjadi warna hijau yang merata.
14. Trichoderma (F1) ini sudah siap untuk digunakan. Catatan :
Sebaiknya dilakukan di dalam kamar/ruangan yg steril
Moga Berhasil !!!

SEPUTAR ZPT DAN TEKNIK PEMBUATANNYA

By. Ayah Manjel Dech
A. AUKSIN
1. Perkecambahan biji. Auksin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil panen.
2. Pembentukkan akar. Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.
3. Mendorong Partenokarpi. Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah tanpa fertilisasi atau penyerbukan sehingga dapat menghasilkan buah tanpa biji.
5. Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.
6. Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.
B. SITOKININ
1. Pembelahan sel dan pembesaran sel. Sitokinin memegang peranan penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu kecepatan pertumbuhan tanaman.
2. Pematahan Dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman.
3. Pembentukkan tunas-tunas baru,turut dipacu dengan penggunaan Sitokinin.
4. Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan sehingga lebih awet.
5. Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman.
6. Sintesis pembentukkan protein akan meningkat dengan pemberian Sitokinin.
C. GIBERELIN
1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel.
2. Meningkatkan pembungaan.
3. Memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.
4. Berperan pada pemanjangan sel.
5. Berperan pada proses partenokarpi. pada beberapa kasus pembentukan buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan, proses ini dinamai partenokarpi.
Berikut ini beberapa cara mudah membuat auksin, sitokinin dan giberelin :
1. AUKSIN
Bahan :
a. 1 Kg Keong mas / Bekicot / Tauge
b. 5 Lt Air,
c. 1 Kg Gula / Tetes tebu,
d. 1 gelas ROTAN
Cara Pembuatan :
a. Keong mas/bekicot direbus dengan air sampai mendidih kemudian diambil dagingnya, cangkang dibuang. Untuk Tauge langsung saja di blender
b. Setelah dingin, masukkan ROTAN, aduk dan campur sampai rata.
c. Masukkan dalam wadah, tutup dengan plastik lalu ikat dengan karet.
d. Simpan dan letakkan pada tempat yang teduhm biarkan selama 12-15 hari.
Dosis :
1 gelas untuk 1 tangki (14 liter)
2. SITOKININ
Bahan :
a. 1 Kg bonggol pisang,
b. 5 Lt air,
c. 1 Kg gula/tetes tebu
d. 1 gelas ROTAN
Cara Pembuatan :
a. Bonggol pisang dicacah atau diblender
b. campur dengan semua bahan.
c. Aduk sampai rata,
d. masukkan dalam wadah kemudian tutup dengan plastik dan ikat memakai karet.
e. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.
Dosis :
1 gelas untuk 1 tangki (14 liter)
3. GIBERELIN
Bahan :
a. 1 Kg rebung bamboo/buah sawo
b. 5 Lt air,
c. 1 Kg gula/tetes tebu,
d. 1 gelas ROTAN
Cara Pembuatan :
a. Kupas rebung bambu/buah sawo (ga perlu dikupas)
b. cacah kecil-kecil/blender
c. campur dengan semua bahan lainnya.
d. Aduk sampai rata,
e. masukkan dalam wadah kemudian tutup denga plastik dan ikat memakai karet.
f. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari pada tempat yang teduh.
Dosis :
1 gelas untuk 1 tangki (14 liter)

CARA PEMBUATAN ROMA

(RAMUAN ORGANIK HAMA)
Bahan :
1. Buah pinang yg cukup tua tapi belum kuning/kenikir : 1 kg
2. Daun sirsak : 1 kg
3. Batang serai : ½ kg
4. Daun sirih : ¼ kg
5. Bawang putih : ½ kg
6. Cabe rawit merah : ½ kg
7. Daun tembakau / tembakau yg sudah jadi : ¼ kg
8. Air bersih : 20 liter
Cara buat :
* buah pinang tumbuk sampai halus (semuanya baik kulit/bjinya)
* daun sirsakbatang serai, daun sirih, bawang putih, cabe rawit, daun tembakau tumbuk / blender
* campur semua bahan dengan air bersih
* simpan selama 1 hari semalam
* dosis untuk 20 ml ditambah 1 liter air atau 1 gelas ditambah air 10 liter, aplikasi sebaiknya setiap semingu sekali
Efektif untuk hama ulat/trip/kutu daun/belalang/wereng/walangsangit. Perlakuan yang kontinu dan teratur akan membuat tanaman tidak terkena fungi juga virus Catatan :
Jika buah pinang tidak ada bisa diganti dengan Daun Kenikir Ramuan tsb akan sangat efektif jika langsung diapliksikan. Jika ingin bertahan lama tambahkan ROTAN 1 liter bisa disimpan sampai 6 bulan. Pengalaman yg aneh tapi luar biasa, jika ingin hama tsb tidak balik lagi, ambil hama tsb secukupnya.. hancurkan trs tambahkan ke ROMA dan fermentasikan selama sehari semalam. Moga berhasil.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top