Ad

Memo Timur Lumajang
Saturday, 30 May 2015

Tiga ABG Diringkus Saat Curi Motor

Lumajang, Memo_Aksi nekat yang dilakukan oleh ketiga Anak Baru Gede (ABG), masing–masing berinisial RJ (16), asal Desa Sukosari, AR (16), Asal Desa Jatigono keduanya asal Kecamatan Kunir dan HF (17), asal Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun berakhir di sel tahanan Mapolsek Yosowilangun. Ketiganya ditangkap, lantaran terbukti melakukan aksi pencurian sepeda motor.

curanmorJumat (29/5) siang, sekitar pukul 11.30 WIB. di Jalan Persawahan Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Korban adalah, Agus fahturohman (36), asal Dusun Kebonan, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun. Informasinya, pagi itu korban bersama istrinya pergi ke sawah dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra warnah hitam Nopol N 2943 YC.

Setiba di sawah, korban lalu memarkirkan kendaraanya itu di bawah rindangnya pohon yang ada di pinggir jalan, dengan kondisi terkunci. Setelah itu, ia bersama istrinya melakukan aktifitas di tengah sawah. Pada saat akan pulang untuk melaksanakan sholat Jumat, ia mendapati sepeda motor yang diparkirnya itu sudah raib dari tempatnya.

Mengetahui hal itu, korban lalu kelimpungan sambil teriak minta tolong dan berusaha mencari keberadaan sepeda motornya itu. Tak lama kemudian, ada salah satu warga yang mengetahui ada tiga anak muda berboncengan sepeda motor sesuai dengan cirri-ciri yang dijelaskan oleh korban. “Tadi saya lihat mereka melaju kearah utara,” terang warga tersebut.

Sambil mengajak salah satu warga, korbanpun melakukan pengejaran sesuai dari informasi dari warga tersebut. Alhasil, korban mendapati ketiga pelaku itu sedang berboncengan di jalan persawahan. Dengan sigap. Korban lalu turun dan menghadang laju kendaraan yang dikendarai ketiga pelaku itu.

Dengan bantuan warga setempat, ketiga pelaku itu akhirnya berhasil ditangkap. Selanjutnya, korban melaporkan aksi pencurian itu kepada pihak Polsek Yosowilangun. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Yosowilangun tiba di lokasi dan langsung mengamankan ketiga tersangka ke Mapolsek berikut barang-bukti (BB) sepeda motor dan kunci leter T yang digunakan untuk mencuri motor.

Kepada petugas, ketiganya tidak mengelak ketika dituduh mencuri. Bahkan secara blak-blakan, ketiga tersangka itu menceritakan tentang modus dari aksi pencurian sepeda motor tersebut.  “AR yang mengambil sepeda motor menggunakan kunci T. Sedangkan saya dan RJ, bertugas mengawasi dari kejauhan,” terang pelaku berinisian HF.

Gabungan, Gelar Operasi Angkutan

Rencananya menurut mereka, sepeda motor itu akan dijual kepada penadah dan uangnya akan digunakan untuk bersenang-senang. Diakui pula, jika aksi pencurian itu sudah direncanakan terlebih dahulu. “Memang aksi pencurian itu kami rencanakan dari rumah Pak. Dan saya bertiga ke lokasi berjalan kaki,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Yosowilangun AKP Budi Setiyono ketika dikonfirmasi Memo Timur di ruang kerjanya membenarkan tentang penangkapan terhadap ketiga ABG yang mencuri sepeda motor itu. Menurutnya, ketiga tersangka itu masih diamankan sambil menunggu proses lanjut. “Untuk sementara, ketiga pelaku masih kami amankan,” tegasnya. (tri)

Friday, 29 May 2015

Arena Judi Ugluk dan Jikie Diobrak Petugas

Lumajang, Memo_Rabu (27/5), sekitar pukul 16.30 WIB, Satgas Berantas Narkoba dan Judi Polres Lumajang yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskoba, AKP Prio Purwandhito menggerebek arena judi sabung ayam, Judi Jikie dan Judi Ugluk yang berlangsung di tegalan milik warga, yang terletak di wilayah Desa Tunjung Kecamatan Randuagung.
berantas judi

Spontan, kedatangan petugas di arena judi membuat para pelaku judi bak sabung ayam, judi Jikie dan judi ugluk serta warga yang asik nonton bubar dan memilih lari menyelamatkan diri dari sergapan petugas. Tak satupun pelaku judi yang berhasil ditangkap oleh petugas.

Saking takutnya disergap petugas,  dua unit sepeda motor Honda Beat, 10 ekor ayam jantan plus kurungannya, seperangkat alat judi Jikie, seperangkat alat judi ugluk, 2 alas beberan judi dan uang tunai yang ada dalam kantongan warna hijau, sebesar 900 ribu. ”Semua itu kami amankan di Polres Lumajang sebagai Barang Bukti (BB),” kata Kasat Reskoba Polres Lumajang AKP Prio Purwandhito.

Sejak beberapa hari kemarin, jajaran Satgas Berantas Narkoba dan judi Polres Lumajang memperoleh informasi jika di wilayah Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung sering digelar judi sabung ayam, Judi Jikie dan judi Ugluk. Pihaknya terus melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi itu.

“Lokasi sabung ayam itu berhasil kami temukan dua hari kemudian. Kami langsung mengatur strategi penggerebekan. Menjelang sore, kami bersama anggota dengan tiga kendaraan langsung menuju sasaran sesuai rencana Mas,” ungkapnya.

Jefri Disuply Barang Haram dari Jember

Begitu masuk ke jalan setapak menuju arena judi, tiba-tiba salah satu kendaraan yang berjalan paling depan tersangkut pada batu tepi jalan dan macet. Terpaksa berjalan kaki menuju ke lokasi. “Kemungkinan kedatangan kami bersama anggota sempat terbaca, karena langsung bubar. Mau nangkep gimana, wong semuanya semburat Mas,” ungkapnya lagi.

Agar upaya yang dlakukan tidak sia-sia, meski semua pelaku judi sabung ayam, judi Jikie dan judi Ugluk bubar alias semburat, pihaknya langsung mengamankan sejumlah BB yang ditinggal oleh para pelaku judi. ”Perintah Bapak Kapolres, BB yang berupa ayam aduan disuruh disembeleh dengan cara Islam, kemudian di musnahkan,” pungkas Kasat Reskoba Polres Lumajang. (cho)

Sapi Dicuri, Punggung dan Ekor Putus

Lumajang, Memo_Apes yang dialami Sukar (34), asal Dusun Ateran, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Ketika ia bersama anak dan istrinya tertidur lelap, satu ekor sapi yang ada di dalam kandangnya digondol maling. Beruntung, sapi itu kembali ditemukan namun sudah dalam kondisi luka pada punggung dan ekornya putus.
pencurian hewan
Ilustrasi kejadian

Aksi pencurian itu terjadi pada Rabu (27/5), dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. di kandang sapi yang ada di belakang rumahnya. Informasinya, korban baru mengetahui sapinya hilang ketika hendak memberikan makan pada sapi tersebut. Namun ia terkejut, ketika masuk kandang sapinya sudah raib.

“Waktu itu kondisi pintu kandang sudah terbuka dan rusak,” terangnya. Mengetahui sapinya hilang, korbanpun akhirnya teriak-teriak minta tolong kepada warga sekitar rumahnya. Tak pelak, hanya dalam hitungan menit warga mulai berjubel di depan rumah korban untuk ikut membantu mencari sapi yang dicuri itu.

Sayangnya, pencarian yang dilakukan oleh korban bersama warga tersebut sia-sia. Pasalnya, warga bersama korban tidak bisa melihat jejak kaki sapi tesebut. Selain itu, minimnya peralatan serta kondisi yang masih gelap, membuat pencarian itu tidak maksimal. “Karena masih subuh, jadi jalanan gelap Pak,” terangnya lagi.

Tetapi sekitar pukul 06.30 WIB. ada  salah satu warga, tetangga desa yang melaporkan ada sapi di tengah lahan pepaya yang letaknya berada di barat lapangan Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh. “Sapinya melompat-lompat dan ngamuk-ngamuk,” jelas salah satu warga itu.

Mendapat laporan itulah, korban bersama warga akhirnya mendatangi tempat dimana sapi itu berada. Setiba di lokasi penemuan, korban bersama warga itu kaget. Pasalnya, kondisi tubuh sapi sudah bermandikan darah. Ketika diteliti, ternyata punuk (punggung) sapi sudah terpotong berikut ekornya.

Ketika didekati, sapi itu terus mengamuk dan melompat-lompat. Diduga, sapi itu kesakitan setelah punggung dan ekornya sengaja dibacok oleh pelaku pencurian itu. “Mungkin pada saat dituntun, sapi itu tidak mau jalan, akhirnya pelaku jengkel kemudian membacok punggung dan ekornya,” Karnapi (60), tetangga korban.
Melihat kondisi sapi yang semakin mengkawtirkan, akhirnya korban menawarkan sapi itu kepada pihak penjagal sapi agar segera dilakukan penyembelihan. “Kemarin sapi itu langsung diangkut menggunakan mobil pikap untuk dibawa ke tempat penyembelihan,” jelas Karnapi lagi.

Pemuda Ganteng Tinggalkan Rumah 7 Bulan Tanpa Kabar

Sementara itu, petugas Polsek Tempeh membenarkan tentang aksi pencurian sapi itu. Petugas juga membenarkan, jika sapi itu ditemukan dalam keadaan luka pada punggung dan ekornya putus karena dibacok pelaku.  Namun demikian kata petugas, pihak korban tidak mau melapor. “Kabarnya sapi itu sudah dibawa ke temnpat jagal untuk disembelih,” tegasnya. (tri)

Tuesday, 26 May 2015

Mayat Bayi Membusuk di Sungai Bondoyudo

Lumajang, Memo_Sejumlah warga Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, pada Sabtu (23/5), sekitar pukul 08.00 WIB., mendadak geger. Betapa tidak, saat turun ke Sungai Bondoyudo yang terletak di sebelah rumahnya untuk mencucui pakaian menemukan mayat  bayi berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi membusuk dan dikerubuti lalat tersangkut di sebuah batu aliran sungai Bondoyudo.
mayat bayi dibuang di sungai

Susiati warga setempat kepada sejumlah Media menjelaskan, pagi itu dirinya bersama sejumlah tetangga pergi ke Sungai Bondoyudo hendak mencuci pakaian. Saat mau turun, dari kejauhan dirinya melihat sesuatu mirip dengan sebuah boneka berada di atas batu, yang biasa dibuat tempat mencucui pakaian dan dikerubuti lalat.

Karena penasaran, meski berbau busuk, dengan menutup hidungnya dia bersama sejumlah tetangganya terus turun ke sungai mendekati batu dimaksud.  “Ternyata bukan sebuah boneka, tapi mayat bayi, kondisinya sudah membusuk. Tali pusarnya masih melekat diperkirakan masih berumur 4 harian Mas,” tutur Susiati.

Khawatir dipersalahkan, dirinya bergegas pulang ke rumahnya dan terus melaporkan ke Kepala Dusun (Kasun) setempat, kemudian dilanjutkan ke Kepala Desa (Kades), juga ke Polsek Jatiroto. ”Saya kembali ke lokasi itu, petugas dari Polsek Jatiroto, BPBD dan perangkat desa serta puluhan warga sudah berada di sana sedang mengevakuasi mayat bayi itu dan terus dibawa ke RS dr Haryoto Lumajang. Katanya untuk dilakukan proses outopsi Mas,” terang Susiati.

Kapolsek Jatiroto, AKP M Toha saat dikonfirmasi sejumlah media disela sela melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, begitu jajarannya memperoleh informasi ada penemuan mayat bayi di sungai Bondoyudo, pihaknya langsung meluncur ke lokasi.

Selain melakukan proses olah TKP, pihaknya juga telah berhasil menghimpun keterangan dari sejumlah warga yang pertamakali menemukannya. Untuk memastikan penyebab kematian bayi itu, pihaknya mengirim mayat bayi itu ke kamar mayat RS dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan proses outopsi.

Guna mengungkap ibu biadap dari bayi itu, Unit Reskrim Polsek Jatiroto sampai saat ini terus melakukan penyelidikan secara intensif. Disamping itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan beberapa pemerintah desa, diantaranya Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, Desa Bondoyudo dan Desa Selokbesuki Kecamatan Sukodono.

Relawan Tekan Pengguna Narkoba

“Harapan saya dari masing-masing desa itu segera melakukan pendataan terhadap warga perempuannya yang diketahui sudah mengandung tiba-tiba perutnya kempes. Mungkin dengan cara itu kasus ini bisa segera terungkap dan ibu yang tega membuang bayi ini berhasil kami tangkap,” tegas Kapolsek Jatiroto AKP. M Toha. (cho)

Kades Tipu Warga, Ajukan Damai Kepada Korban

Lumajang, Memo_Setelah menjalani pemeriksaan dan penahanan di Mapolsek Yosowilangun, selama hampir seluluh hari. Mariyun Mariyono (tersangka ) mantan Kepala Desa Jarit, Kecamatan Candipuro  memohon kepada polisi untuk mengajukan damai kepada korban Khurul F. Minggu (24/5) siang.
tipu warga

Kepada petugas tersangka berjanji, sanggup mengembalikan seluruh uang korban yang dulu pernah dipakainya setelah ia dibebaskan dari tahanan. Sebagai jaminan, tersangka sanggup  memberikan uang muka kepada korban sebesar Rp 10 juta rupiah.

Namun demikian, korban enggan menyanggupi permintaan damai yang diajukan tersangka melalui petugas Polsek Yosowilangun. Pasalnya, besarnya uang muka itu tidak sesuai dengan jumlah uang miliknya yang telah ditipu oleh tersangka. “Masak, uang saya hampir lima puluh juta kok  mau dibayar cuma sepuluh juta,” terang korban kepada Memo.

Korban khawatir, uang sebesar Rp 10 juta tersebut hanya akal-akalan agar tersangka bisa mendapat surat pernyataan damai dari dirinya. Bukan tidak mungkin kata korban, kemudian tersangka tidak mau membayar sisanya. “Soalnya jika uang sepuluh juta itu saya terima, saya tidak akan bisa lagi melanjutkan proses hukumnya,” tuturnya.

Namun demikian lanjut korban, ia tidak menutup kemungkinan untuk berdamai dan mencabut laporannya di kepolisiaan. Akan tetapi, tersangka harus mengembalikan seluruh uang miliknya yang pernah ditipu olehnya. “Kalau tersangka mau mengembalikan seluruh uang saya, baru  saya mau berdamai dan mencabut laporan saya kepada polisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mariyun Mariyono (63), mantan Kepala Desa (Kades) Jarit, Kecamatan Candipro akhirnya resmi ditahan pihak Polsek Yosowilangun. Penahanan tersebut, atas dasar laporan dari korban bernama Khurul F. (47), warga Dusun Kebonsari, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun yang mengaku telah menjadi korban penipuan tersangka, yang jumlahnya mencapai Rp 45 Juta.

Pesta Sabu, Tersangka Penipuan Ditangkap

Tersangka ditangkap pada Kamis (14/5) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. di rumahnya yang beralamat di Dusun Bulakklakah, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Keterangan petugas, penipuan yang dilakukan tersangka terhadap korban hampir berjalan sekira 1 tahun lalu. (tri)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top