Ad

Memo Timur Lumajang
Saturday, 23 May 2015

Ada Free Sex di Lumajang?

Lumajang, Memo_Belakangan ini, di wilayah Kabupaten Lumajang banyak didapati kehamilan di usia muda. Karena terpaksa, hingga mengajukan dispensasi kawin. Parahnya lagi sejak sepekan terakhir ini mencuat kabar  ada istilah Free Sex di wilayah Kecamatan Tempursari.
kabar ada free sex di lumajang

Menyikapi hal itu, Bupati Lumajag Drs. H. AS’AT Malik, M.Ag kepada Memo menyampaikan, di era kemajuan zaman yang serba bertehnologi canggih, hampir semua daerah di Indonesia mengalami problem yang hampir sama seperti yang rekan-rekan sampaikan tadi.

Setiap kali ada kesempatan, misalnya di majelis taklim atau kegiatan lainnya yang berkumpul dengan masyarakat, dirinya tak bosan-bosannya menyampaikan agar orang tua kembali memerankan sebagai orang tua untuk menjaga dan mengawasi putra putrinya setiap hari, kemana dia pergi, dengan siapa dia bergaul.

Yang terpenting adalah fasilitas yang diminta oleh putra putrinya, jangan sampai semuanya dituruti tanpa memikirkan sebab akibatnya dan lebih banyak dampak negatifnya daripada sisi positifnya.

“Kontrol putra putri kita dengan baik, karena peran orang tua itulah yang bisa menetukan semuanya akan baik-baik saja. Fasilitas apa yang selama ini terlepas dari kontrol kita, mulai sekarang harus menjadi perhatian serius,” ungkap Bupati As’at Malik.

Menurutnya, dalam kasus seperti ini orang tua tidak bisa mengandalkan petugas keamanan dan penertiban, seperti Sat Pol PP atau kepolisian yang mana jumlahnya lebih sedikit dan jauh lebih banyak jumlah anak-anak muda yang ada sekarang ini. Kemungkaran atau perbuatan asusila akan dilakukan oleh mereka, tentunya di sebuah tempat yang aman dan jauh dari pantauan petugas bersama warga.

Dirinya cukup sedih ketika mendengar ada Free Sex di wilayah Kecamatan Tempursari itu. Agar kondisi ini tidak semakin parah, mari semua orang tua meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap putra putrinya, sehingga setiap perkembangan dan pergaulannya terus bisa terawasi dengan baik. ”Tujuannya agar putra putri kita tidak  terjerumus kepada pergaulan bebas, hingga nekat berbuat asusila,” ungkapnya.

Masih kata Bupati, apabila ada 10 ribu orang tua melakukan penekanan terhadap anak laki-lakinya untuk tidak keluar rumah, maka malam itu juga tidak ada 10 anak perempuan keluar rumah. Apabila dalam satu malam ada 10 ribu anak laki-laki ke luar rumah, pasti akan ada 10 ribu anak perempuan ke luar rumah.

Tersinggung, Kepala Doly Dicacah Celurit

“Coba bayangkan, apabila mereka semuanya berpasangan dan melakukan kemungkaran atau asusila, maka dalam satu malam saja akan terjadi 10 ribu anak perempuan yang akan mengandung di usia muda, alias di luar nikah. Mari semua orang tua bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan kontrol, serta pengawasan terhadap putra putrinya agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang mungkar dan keji seperti itu,” pungkas Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik. (cho)

Tuesday, 10 March 2015

Razia Narkoba Dapat 5 Pasangan Mesum

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah Polres Lumajang, anggota Satreskoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito melakukan razia terhadap tempat-tempat hiburan maupun hotel dan penginapan yang ada di Lumajang. Hasilnya, petugas mendapati lima pasangan bukan suami istri sedang berbuat mesum di dalam kamar hotel.
Senin (9/3) siang, sekira pukul 12.00 Wib.  Siang itu, jajaran Reskoba langsung merazia salah satu hotel yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Sukodono Lumajang.  Setelah meminta ijin dari pihak pengelolah hotel, petugas lalu mengetuk satu persatu pintu kamar yang dihuni oleh para tamu.
Mengetahui jika yang mengetuk pintu itu adalah polisi, beberapa penghuni pada kamar hotel itu mulai nampak panik. Ada yang berusaha sembunyi di kamar mandi, ada juga yang bersembnyi di kolong tempat tidur. Beberapa alasanpun mulai keluar dari mulut mereka. Mulai dari mengaku pasangan suami istri, dan juga ada yang mengaku sedang berbulan madu.
Namun ketika petugas meminta supaya menujukan surat nikah maupun KTP, para tamu tersebut mulai kelimpungan. Selanjutnya mereka mulai mengaku, jika ia bukanlah pasangan suami istri yang sebelumnya disampaikan kepada petugas. “Sebetulnya kami bukan pasangan suami istri yang sah Pak. tetapi kami nikah sirih,” terangnya.
Jika empat pasangan mesum itu hanya menurut apa yang diperintahkan oleh petugas, tetapi ada salah satu perempuan yang tertiak histeris ketika pintu kamarnya diketuk petugas. Bahkan, perempuan itu mengancam akan memukul siapapun yang akan masuk ke kamarnya. “Siapa kamu, jangan coba-coba masuk nanti kamu akan saya pukul,” ancam perempuan itu dengan suara lantang.
Namun setelah diberi penjelasan oleh Manager hotel, barulah ia mau membukakan pintu kamarnya. Awalnya ia mengaku jika dirinya sedang bermalam dengan suaminya. Namun ketika ditanya surat nikahnya, iapun tidak bisa menujukan. Dari pengakuan laki-laki pasangannya itulah, akhirnya diketahui jika keduanya memang bukan pasangan suami istri.
 “Dari razia siang ini, kami tidak menemukan satupun pengunjung hotel yang kedapatan sedang membawa narkoba,” jelas AKP Priyo Purwandito kepada sejumlah awak media. Akan tetapi lanjut dia, pihaknya mendapati ada lima pasangan yang bukan suami istri sedang menginap di kamar hotel tersebut.
Hal itu diketahui, dari pengakuhan masing-masing pasangan  yang menempati kamar-kamar hotel. Selanjutnya, kelima pasangan mesum  itu langsung digiring dan dibawa ke Mapolres Lumajang. “Mereka akan kami data lalu akan kami lakukan pembinaan,” pungkasnya. (tri)

Monday, 2 February 2015

Kenal 2 Bulan, Kencan 2 Kali

Lumajang, Memo_Diakui atau tidak, selingkuh bukan hal yang aneh lagi di sebagian besar telinga masyarakat kita. Selingkuh bisa terjadi dan dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat status sosial, umur dan pekerjaan. Apalagi, banyaknya hotel dan penginapan yang dibangun, diduga turut memberikan andil besar terhadap terjadinya perselingkuhan.
Lumajang Memo

Lemahnya pengawasan, baik dari pihak manajemen hotel maupun dari unsur terkait terhadap para “tamu” yang datang, membuat para peselingkuh dengan mudahnya keluar masuk hotel. Patut diduga, hal ini memang sengaja dilakukan manajemen hotel agar tamu datang sehingga bisa meningkatkan pendapatan.
Seperti yang terjadi pada Selasa (27/1) lalu. Oknum Satpol PP yang sudah berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) berinisial Adi (53) yang sehari-hari berdinas di salah satu kantor kecamatan di Kabupaten Jember ini, kepergok wartawan sedang “menggandeng” oknum guru masuk salah satu hotel di Lumajang.
Belakangan diketahui, ternyata wanita cantik dan berjilbab yang “digandeng” Adi adalah oknum guru berstatus Honda (honorer daerah) bernama Ita (29) yang sehari-harinya mengajar di salah satu SD Negeri di wilayah barat Kabupaten Jember dan anak ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
Ironis memang, Adi yang seorang Polisi Pamong Praja yang sering terlibat dalam razia terhadap para tamu hotel yang bukan suami istri ini, justru memberikan contoh yang tidak baik terhadap masyarakat dengan menggandeng Ita masuk hotel. Padahal dirinya sudah memiliki tiga orang anak dan istri yang juga seorang PNS.
Ita yang seorang operator di tempatnya mengajar ini, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (29/1) siang, ketika dirinya mengikuti technical meeting acara lomba di Kantor UPTD Pendidikan setempat terang-terangan mengaku selingkuh dengan Adi.
Meski awalnya dirinya terkejut dan takut, namun akhirnya dirinya blak-blakan menceritakan perselingkuhannya dengan Adi, laki-laki yang sudah beristri dan baru dikenalnya dua bulan itu.
“Saya kan sudah bilang, Saya masih single dan Saya kan nggak mau merusak keluarga orang. Saya perempuan dan nyonyanya (istri Adi, red) juga perempuan, nanti bagaimana perasaannya. Tapi beliau (Adi, red) memaksa Saya.” Tutur Ita dengan wajah serius sembari sesekali menarik nafas panjang.
Kepada wartawan, Ita juga mengaku takut dengan Adi. Sudah berkali-kali Ita mengingatkan Adi agar tak melanjutkan hubungan cinta terlarang dengan dirinya, namun Adi tetap bergeming.
“Saya takut Mas, nanti satu kali terus akan berkali-kali, Saya takutnya seperti itu. Dan ternyata benar. Saya mengaku salah, dan Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Ini peringatan buat Saya,” tutur Ita yang mengaku sudah dua kali “kencan” dengan Adi di hotel yang sama.
Sementara itu, Adi yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya tampak bingung dan ketakutan. Sepertinya dirinya sudah mendapatkan telpon dari Ita tentang kedatangan wartawan yang sudah mengonfirmasinya.
“Silahkan duduk Mas, mari kita bicarakan masalah ini baik-baik. Saya juga orang lapangan dan Saya juga faham dengan pekerjaan sampeyan,” Ujar Adi sembari meminta prescard wartawan dan mengambil gambar wartawan dengan kamera HP-nya.
Dari caranya menemui wartawan, tampak Adi piawai menyembunyikan rasa takutnya meski sesekali kelihatan tangannya gemetaran saat memegang HP miliknya.
“Sudahlah Mas, jangan bicarakan soal itu. Saya akan datang ke kantor sampeyan secepatnya. Tolong masalah ini jangan dikorankan,” katanya dengan nada merajuk.
Sekadar diketahui, Adi dan Ita kepergok wartawan saat keduanya terlihat masuk salah satu hotel di Lumajang dengan mengendarai motor Honda Beat Biru Nopol P 6797 KZ milik Ita. Tak tanggung-tanggung, hampir lima jam keduanya berada dalam kamar hotel. Masuk sekira pukul 14.30 Wib dan baru keluar sekira pukul 19.20 Wib. (ton)

Thursday, 29 January 2015

3 Pasangan Haram Berhasil Dijaring

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Rabu (28/1) sekira pukul 11.00 Wib, Sat Reskoba Polres Lumajang menggelar operasi Minuman Keras dan Narkotika di sejumlah hotel di wilayah Lumajang. Operasi yang menerjunkan belasan personil ini, berhasil mengamankan 3 pasangan laki-laki dan perempuan diluar nikah yang ditemukan asik berduaan diatas kasur spring bed di sebuah kamar Losmen Baru Lumajang yang terletak di Jalan Dr Soetomo Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP Aries Sahbudin melalui Kasat Reskoba AKP Prio Purwandito kepada sejumlah media di halaman Mapolres Lumajang mengatakan, operasi miras dan narkotika yang dilakukannya ini merupakan serangkaian strategi dalam rangka menekan peredaran miras dan narkotika yang belakangan ini bikin petugas kelimpungan dibuatnya.
”Usai apel pagi, kami langsung mengajak semua persoinil Sat Reskoba dan langsung melakukan operasi di Losmen Baru itu. Kok ndelalah, kami bersama anggota berhasil mengamankan 3 pasangan di luar nikah sedang asik berduaan di dalam kamar. Ya langsung kami amankan mas,”tutur AKP Prio Purwandito
Pihaknya juga berhasil mengamankan 2 paket pil koplo jenis Dextro dan Trihexpinidil dari salah satu pasangan di luar nikah itu.”3 pasangan di luar nikah berikut 2 paket pil koplo itu langsung kami angkut ke Sat Reskoba Polres Lumajang untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan,”paparnya
Ketiga pasangan diketahui bernama Ahmad Tohir (26), warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, kedapatan asik berduaan di dalam kamar hotel bersama Komariah Huda (19) warga yang sama, Yoyok Eko Yulianto (30), warga Desa/kecamatan Senduro bersama Indah Purnama Sari  (20), warga Desa Kaliboto, Kecamatan Jatiroto dan Maisaroh (22), warga Desa Mloko, Kecamatan puger, Jember dan Putra Akbar (25) warga Perumahan Tukum Lumajang bersama Leni Monika (19), warga Jalan Ade Irma Suryani Lumajang.
Saat diperiksa oleh penyidik,  sejumlah alasan terlontar dari ketiga pasangan di luar nikah yang terjaring operasi.”Hubungan saya bersama pacar tidak direstui oleh kedua orang tua. Makanya saya nekat berbuat gini. Ada juga yang berasalan merayakan pertunangannya di kamar losmen. Pokoknya banyak alasan mas,”ungkapnya
Masih kata Kasat Reskoba, setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan, pihaknya terus memberikan pembinaan sekaligus dibuatkan surat poernyataan untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi.
”Sesuai ketentuan hukum yang ada , usai diberikan pembinaan ketiga pasangan mesum itu langsung kami kembalikan pada keluarganya dengan mengundang orang tuanya masing-masing. Operasi ini terus akan dilakukan ke semua hotel yang ada, operasi akan dilakukan secara mendadak mas biar tidak bocor,”pungkasnya Kasat Reskoba Poles Lumajang AKP Prio Purwandito (cho)

Saturday, 24 January 2015

Diduga Selingkuh Tewas Dicacah Celurit

Dibantai
Lumajang, Memo_Tak terima istrinya diselingkuhi, Mistar (33), warga Dusun Kalipocang, Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, marah besar dan nekat menghabisi nyawa Basir (40), warga Dusun Pager Gunung, Desa dan Kecamatan yang sama dibantiai dengan celurit yang dihunusnya.
Diduga kehabisan darah, tak lama kemudian korban ambruk ketanah tepi jalan Umum Desa Sawaran Lor dengan kondisi mandi darah dan luka bacok dileher, dibahu, diwajah, diperut serta dibagian kepala. Saking parahnya luka dikepalanya hingga sebagian otak berceceran dibaju dan disekitar lokasi kejadian.
Melihat korban ambruk ke tanah dan khawatir ketahuan warga, pelaku pun langsung kabur melarikan diri. Beruntung, mayat korban segera diketahui sejumlah warga yang sedang melintas di jalan sekitar lokasi kejadian. Melihat korban yang diketahui sebagai pedagang buah itu tewas dengan kondisi mengenaskan, warga pun langsung melaporkan ke Kepala Desa setempat yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Klakah.
Sekitar setengah jam kemudian, rombongan Kepala Desa Sawaran Lor tiba di lokasi kejadian dan langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Beberapa saat kemudian, kapolsek Kalakh bersama sejumlah anggotanya pun tiba dilokasi.
“Saat itu kami melihat polisi langsung memasang garis polisi dan terus melakukan olah TKP. Tak lama kemudian, mayat korban langsung dievakuasi ke mobil ambulan. Katanya mau di outopsi mas,”tutur Selamet
Kusmanan Kepala Desa Sawaran lor, Kecamatan Klakah, Kusmanan ketika ditemui sejumlah media menjelaskan, dirinya tidak tahu persis akan kejadian yang sebenarnya. Begitu mendapat informasi itu, dirinya dengan mengajak sejumlah perangkat desa langsung mendatangi lokasi kejadian sesuai informasi warga.
“Kami lihat korban sudah meninggal dunia dengan kondisi banyak luka bacok ditubuhnya. Infromasi warga pelakunya adalah Mistar. Banyak warga ngomong jika korban ini pernah menyelingkuhi istri Mistar hingga terjadi penceraian. Ya mungkin itu pemicunya hingga pelaku nekat melakukan ini mas,”kata Kusmanan
Sementara itu Kapolsek Klakah AKP H. Sutopo ketika dikonfirmasi sejumlah media mengatakan, begitu pihaknya mendapat informasi ada pembunuhan, pihaknya dengan melibatkan semua anggotanya langsung turun ke TKP. “Sebelumnya, kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Sat reskrim Polres Lumajang mas,”papar Kapolsek Klakah AKP H. Sutopo
Tiba dilokasi kejadian, pihaknya langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP serta memintai keterangan terhadap sejumlah warga yang menemukan korban pertama kali.”Dari sejumlah warga mengatakan pelakunya adalah Mistar,”jelasnya
Berangkat dari keterangan sejumlah warga itu, pihaknya dibantu Sat Reskrim Polres Lumajang langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku di rumahnya. Namun, pelaku sudah tidak ada di rumahnya. Pihaknya langsung melakukan pengejaran dan penyisiran disekitar gunung yang tak jauh dari rumahnya.
Dan alhamdulillah 3 jam kemudian pelaku berhasil ditangkap berikut BB sebuah celurit yang masih banyak darahnya.”Mistar kami tangkap di sekitar gunung tak jauh dari rumahnya dibantu oleh Sat Reskrim Polres Lumajang. Saat ini pelaku masih kami amankan di sel tahanan Mapolsek Klakah. Pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub pasal 338 KUHP tentang kejahatan terhadap nyawa orang lain dengan ancaman hukuman penjara bisa seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. Insaalloh kasus ini kami limpahkan ke Polres Lumajang mas,”tegas Kapolsek Klakah AKP H. Sutopo (cho)

Sunday, 18 January 2015

Video Mesum Beredar, Pemainnya Mandor & Karyawati Pabrik

Lumajang, Memo
Sejak sepekan terakhir ini, warga Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe dan warga Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, dibuat geger atas beredarnya video mesum yang diduga dilakukan di sebuah kamar mandi pabrik triplek Wahana Cahaya Nugraha yang terletak di wilayah Desa Karanganom Kecamatan Pasrujambe.
Vedio mesum yang berdurasi 10 menit lebih itu, diduga diperankan oleh seorang mandor  pabrik berinisial Kho warga  Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe bersama seorang karyawati berinisial AN warga Desa Sarikemuning, Kecamatan  Senduro.
Video mesum yang diperankan oleh seorang mandor dan karyawati tersebut  melakukan hubungan sek layaknya suami istri itu, melihatkan berbagai adegan berdiri. Saat adegan seks itu  berlangsung, sesekali si mandor itu melihat keatas sehingga terlihat jelas akan wajah mandor Kho. Diduga, video mesum itu sengaja diambil oleh mandor yang mempunyai ciri khas rambut gondrong suka nongkrong diatas honda beatnya.
Sumber Memo  juga rekan AN yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan, video yang berisi mesum yang diduga diperankan oleh seorang mandor dan karyawati pabrik triplek itu sudah lama terjadi saat keduanya ada hubungan cinta alias pacaran.
“Kalau tidak salah, kejadiannya sebulan yang lalu sebelum perbuatan bejat keduanya terbongkar. Saya tahu semuanya ini, ya dari pengakuan mandor itu sendiri. Saya kan harus  mepet mandor agar punya nilai lebih dihadapannya. Kalau tidak begitu, susah nantinya mas,” tutur Sumber Memo yang mewanti-wanti namanya jangan disebutkan.
Masih kata Sumber Memo, entah bagaimana awalnya tiba-tiba dirinya mendengar jika hubungan antara mandor Kho dan AN sudah putus. Bahkan dirinya sempat mendengar jika AN sudah mempunyai tambatan hati yang lain. Diwaktu istirahat, tiba-tiba dirinya didatangi oleh mandor Kho dan bercerita jika hubungannya bersama AN sudah putus.
sebelum dia pergi, dirinya diberi video yang memperlihatkan sebuah adegan seks keduanya. Bahkan, oleh mandor Kho disuruh sebarkan pada keluarga AN. ”Setelah saya lihat Video itu, saya kaget dibuatnya karena didalam video itu memperlihatkan AN mandi di kamar mandi dalam pabrik, beberapa saat kemudian masuk mandor Kho dan langsung berciuman dan main gituan wes,” paparnya
Meski oleh mandor Kho video tersebut disuruh menyebarkan ke keluarganya AN, namun dirinya tidak melakukannya. “Video itu saya simpan, khawatir menyebar kemana-mana mengantisipasi menjadi konsumsi semua orang apalagi dikonsumsi anak-anak muda. Kalau sudah dikonsumsi anak-anak muda, apa jadinya mas,” jelasnya
Ternyata, beberapa hari kemudian dirinya dibuat kaget ketika banyak orang diluar sudah mempunyai rekaman video adegan syur mandor Kho dan AN. ”Kalau menurutnya saya, yang menyebarkan pasti mandor Kho sendiri. Kami berharap kasus ini segera mendapat perhatian dan penanganan serius dari pihak kepolisian, selain untuk memberikan efek jera juga mengantisipasi video terus menyebar”, tegas Sumber Memo
Tugas S staf personalia PT Wahana Cahaya Nugraha ketika ditemui Memo mengatakan, pihak perusahaan PT Wahana Cahaya Surya sudah mengambil kebijakan terkait video yang memperlihatkan permaian seks yang diduga dilakukan oleh Mandor Kho dan AN.
“Apakah yang memperankan dalam video itu benar mandor Kho bersama AN atau tidak, pimpinan kami sudah mengambil kebijakan untuk memberhentikan keduanya. Karena pimpinan kami tidak mau mempunyai pekerja yang bermasalah, membawa atau membuat masalah,” ungkap  Tugas
Masih kata Tugas, beberapa hari sebelumnya di dalam pabriknya terjadi keributan disaat jam kerja. Setelah dicroscek, dirinya melihat mandor Kho cek cok mulut sambil menarik kedua tangan AN.
”Sempat saya lihat, tangan AN diborgol oleh mandor Kho, coba lihat pada kedua tangan AN ada luka bekas borgol.  Pada bagian wajahnya juga ada bekas luka seperti dicakar kok. Benar tidaknya  soal video mesum itu, yang pasti pimpinan kami sudah memberhentikan kedua,” pungkasnya (cho)

Wednesday, 14 January 2015

DIDUGA SELINGKUH Jam Dinas, Oknum Guru Digerebeg Warga di Rumah Janda

Jember, Memo
Kesal dengan ulah oknum guru yang sehari-hari mengajar di sebuah SMP Negeri di Kabupaten Lumajang bernama Yan (50) yang kerap kali datang ke rumah janda muda bernama Ju alias Tik di saat jam mengajar, beberapa warga setempat bersama wartawan akhirnya mendatangi rumah Ju alias Tik.
Ternyata benar, saat beberapa warga masuk, Yan masih berada di ruang dalam. Yan baru keluar dari kamar mandi setelah Ju alias Tik memanggilnya, itu pun setelah warga menjelaskan maksud kedatangannya.
Dengan wajah pucat dan tangan gemetaran, Yan, oknum guru matematika yang sudah berstatus sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) ini menemui warga. Jawaban berbelit-belit dari Yan, sempat membuat salah satu warga berang namun buru-buru ditenangkan warga lainnya.
Kepada warga, Yan beralasan jika dirinya sudah lama mengenal Ju alias Tik. Kedatangannya pada Selasa (13/1) siang kemarin, adalah untuk mengantar sejumlah uang yang akan digunakan Ju alias Tik berobat.
“Dia (Ju, red) teman baik Saya Pak, bahkan sudah seperti saudara. Saya ke sini untuk mengantarkan uang yang akan digunakan untuk ke dokter. Saya tidak punya hubungan khusus dengannya,” ujarnya dengan bibir bergetar dan mata merah.
Namun saat disinggung soal kedatangannya ke rumah Janda Ju alias Tik yang kerap dilakukan disaat jam mengajar bahkan dengan menutup pintu rumah, Yan makin bingung dan buru-buru mengaku bersalah dan minta diselesaikan secara kekeluargaan.
“Tadi pas jam pelajaran kosong Pak, makanya Saya sempatkan datang ke sini. Saya minta maaf dan Saya minta diselesaikan secara kekeluargaan,” pintanya kepada beberapa warga yang memang sudah sangat gerah dengan ulahnya yang dinilai meresahkan lingkungan.
Yan yang tinggal bersama istrinya, Sri dan dua orang anaknya ini makin bingung dan tersudut saat warga menanyakan soal kedatangan dirinya ke rumah janda Ju alias Tik selalu sembunyi-sembunyi.
“Kalau memang tidak ada hubungan khusus, kenapa sampeyan datangnya selalu sembunyi-sembunyi dan sepatu selalu ditaruh di dalam rumah? Apalagi mot
Dari pantauan wartawan, di samping motor Yan ditempatkan di lorong rumah yang agak tersembunyi, sepatu milik Yan memang berada di dalam rumah. Patut diduga, ini dilakukan agar kedatangannya tidak diketahui warga sekitar.
Namun di tempat terpisah, kepada wartawan, Yan memberikan keterangan berbeda. Dirinya berdalih bahwa kedatangan dirinya ke rumah Ju alias Tik adalah untuk nyambangi anaknya Ju yang dianggapnya sebagai anak angkat.
“Saya kasihan dengan anaknya Pak, biar pendidikannya setara dengan anak tetangganya. Dia (anaknya Ju, red) Saya anggap sebagai anak angkat Saya,” terangnya dengan wajah menunduk seakan menyembunyikan sesuatu.
Namun saat wartawan menanyakan kepada Yan apakah hubungannya dengan Ju alias Tik dengan anaknya yang dianggap sebagai anak angkat sudah diketahui Sri istrinya? Yan diam sejenak seakan memikirkan sesuatu.
“Istri Saya tidak tahu Pak. Kalau dia tahu, ya pasti marah Pak,” jawabnya singkat dengan suara serak sembari lagi-lagi meminta agar masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Sekadar diketahui, Yan digrebeg beberapa warga pada Selasa (13/1) siang kemarin sekira pukul 11.00 Wib karena kedapatan sering berada di rumah janda muda bernama Ju alias Tik di saat jam-jam mengajar.
Kepada wartawan Yan mengaku bersalah, namun dirinya berdalih waktu itu dirinya tidak ada jam mengajar dan kepergiannya sudah pamit kepada kepala sekolah tempat dirinya mengajar.
Siapakah sebenarnya Yan dan sejak kapan dirinya menjalin “hubungan khusus” dengan Ju alias Tik? Bagaimanah komentar kepala sekolah tempat Yan mengajar serta tanggapan warga terhadap penggerebegan terhadap Yan? (ton/bersambung)

Wednesday, 7 January 2015

Oknum Guru SMPK Diduga Selingkuhi Pemborong



Lumajang, Memo
Ulah oknum ibu guru bernama Mar (45), yang mengajar di SMP Katolik di Tanggul ini dipastikan bakal mencoreng nama baik sekolah tersebut. Sebagai salah satu guru yang cukup senior, perilakunya sama sekali tak mencerminkan seorang guru yang mestinya layak digugu lan ditiru.
Berdalih ada hubungan kerja, Mar yang tinggal di Desa Sumberagung Kecamatan Sumberbaru, diam-diam diduga menjalin hubungan cinta terlarang dengan Hadi alias Mul (45), laki-laki yang sudah beristri dan memiliki tiga orang anak yang kebetulan sebagai pemborong perbaikan gedung di sekolah tempat Mar mengajar.
Saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (5/1) di salah satu ruangan di sekolah tempatnya mengajar, Mar tampak gugup dan sangat ketakutan. Hal ini bisa dilihat dari sikapnya yang kebingungan dengan keluar masuk ruangan tersebut.
“Maaf Pak, jangan bicara masalah itu di sini, Saya takut ada teman guru yang mendengar. Tolong bapak-bapak jalan-jalan dulu sambil melihat-lihat bangunan sekolah yang sedang direnovasi,” ujar Mar sembari memberi isyarat dengan jari telunjuk menempel di bibirnya.
Wajah ibu guru dengan tahi lalat di pipi yang sudah menjanda ini tampak pucat saat menerima kedatangan wartawan yang akan melakukan konfirmasi terkait dugaan selingkuh dirinya dengan Hadi alias Mul yang kini tinggal bersama istrinya, Mus, di Desa Wringinagung Kecamatan Jombang.
Ketika kembali ditanya wartawan apakah akan mengulangi lagi masuk salah satu hotel di Lumajang berdua dengan Hadi alias Mul, spontan dirinya mengatakan tidak. “Ya tidak Pak. Yang jelas hati nurani Saya merasa bersalah.” Imbuhnya sembari dirinya berupaya menghubungi seseorang melalui ponselnya.
Setelah beberapa saat, ternyata Mar menghubungi Hadi alias Mul. Terbukti, tak berselang lama Hadi alias Mul datang dan langsung mendatangi wartawan. “Dari media?,” katanya singkat sambil menunjukkan sikap yang kurang bersahabat.
Setelah Hadi alias Mul datang, buru-buru Mar ngacir dengan kembali ke salah satu ruang sekolah. “Cukup ambik sampeyan yo?,” kata Mar dalam bahasa Jawa kepada Mul.
“Saya ke sana (hotel, red) jangan punya rasa negatif. Saya bukan cuma di Prima, Saya sering juga di Aston, Saya juga sering ke Tanggul Agung. Silahkan diangkat beritanya. Mari kita ke hotel Prima bersama-sama biar tahu apa tujuan Saya ke sana. Seandainya Saya ke kantor, di mana kantor sampeyan?,” ucapnya enteng dengan wajah seakan-akan tidak bersalah.
Sekira satu jam, Hadi alias Mul benar-benar datang ke Kantor Memo Timur biro Lumajang di Jalan Ahmad Yani 85. Lagi-lagi dirinya menunjukkan sikap arogan dan sangat tidak bersahabat saat menemui beberapa wartawan.
“Saya tidak keberatan beritanya diangkat. Karena keluar masuk hotel sudah menjadi pekerjaan Saya. Jadi masalah ini silahkan diangkat,” katanya singkat dengan tangan gemetaran.
Hanya lima menit Mul berada di Kantor Memo Timur Biro Lumajang, setelah itu dia langsung ke hotel Prima. Tak jelas apa tujuannya mendatangi hotel Prima tempat dirinya berdua check in bersama Mar.
Ironisnya, meski Hadi alias Mul merasa tidak bersalah, dirinya tampak kebingungan. Terbukti, Senin (5/1) kemarin dirinya mendatangi Kantor Redaksi Memo Timur di Jalan Imam Bonjol 129 jember.
Tak jelas apa tujuan Hadi ke Kantor Memo Timur di Jember, namun kepada salah satu wartawan dirinya berdalih bahwa keberadaannya berdua dengan Mardi salah satu kamar hotel di Lumajang, dirinya tidak melakukan apa-apa.
Sekadar diketahui, Hadi alias Mul berdua dengan Mar kepergok wartawan masuk salah satu hotel di Lumajang, Minggu (4/1). Mereka menaiki mobil Pajero Sport warna putih nopol W704 RI. Hampir tiga jam mereka berdua di dalam kamar hotel. Masuk hotel sekira pukul 12.30 Wib dan baru keluar sekira pukul 15.30 Wib.
Keluar dari hotel, keduanya menuju arah Desa Banyuputih dan berhenti sebentar di Indomart Jatiroto untuk belanja. Mar kemudian diturunkan di pertigaan Sumberbaru untuk mengambil motor miliknya Vario Techno warna merah nopol P 6984 PI dan langsung pulang ke rumah masing-masing. (ton/bersambung)

Tuesday, 6 January 2015

Ditinggal Nikah Lagi, Ancam Lapor Polisi

Lumajang, Memo
Ditinggal menikah lagi oleh suaminya, Susiati (25), warga Dusun Plawangan, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, yang sudah dikaruniai satu orang anak mengancam akan melaporkan
suaminya bernama Sasmito ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang karena dianggap telah menelantarkan dirinya bersama seorang anaknya selama 4 bulan lamanya.
Susiati juga akan melaporkan suaminya tersebut ke unit PPA Polres Lumajang karena diduga telah menikah lagi dengan perempuan lain bernama Ernawati warga Desa/Kecamatan Kedungjajang  tanpa menceraikan dirinya terlebih dahulu. Hal ini disampaikan Susiati kepada sejumlah media saat ditemui di rumahnya.
Menurutnya, sejak setahun terakhir ini sikap suaminya berubah. Meski jarang memberikan belanja untuk kebutuhan didapur dan sering keluar rumah tanpa tujuan yang jelas, dirinya memilih diam. Sengaja dilakukan tidak lain untuk mengantisipasi terjadinya cekcok mulut antara dirinya dengan suaminya.
“Saking sayangnya pada keutuhan keluarga, saya nekat bekerja disebuah pabrik yang terletak di wilayah Klakah. Meski tidak enak badan, saya terus saja berangkat kerja. Gajinya saya buat belanja untuk kebutuhan keluarga dan biaya anak sekolah mas,”tutur Susiati
Meski suami lama tidak pulang, awalnya dirinya tetap memilih diam dan beranggapan jika suaminya sedang ada  masalah atau sedang mencari pekerjaan.”Lo kok saya mendapat kabar dari tetangga, jika suami saya sudah kawin lagi dengan perempuan bernama Ernawati warga Desa Kedungjajang. Langsung saya croscek kesejumlah tetangga Ernawati, ternyata benar,”ungkap Susiati
Demi mendapatkan sebuah keadilan, dirinya dalam waktu dekat akan melaporkan suaminya ke unit PPA Polres Lumajang dengan tuduhan telah menelantarkan dirinya bersama anaknya.”Tak kalah pentingnya, saya akan melaporkan suami terkait pernikahannya dengan Ernawati. Mau nikah resmi atau nikah siri, yang jelas sejumlah orang siap memberikan kesaksian ketika dibutuhkan oleh penyidik PPA Polres Lumajang,”pungkas Susiati
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Heri Sugiono melalui Kanit PPA Ipda Agus Sugiharto ketika dikonfirmasi hal diatas mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari korban.”Jika memang korban melapor, pasti kami proses sesuai dengan ketentuan Undang-Undang dan Hukum yang berlaku,”tegas Ipda Agus Sugiharto (cho)

Sunday, 28 December 2014

Haji Tar Akui “Genjot” Rin Tiga Kali



Lumajang, Memo
Titel haji yang sudah disandang oleh Tar (52), laki-laki yang sudah beristri dan tinggal di Kecamatan Tekung ini, tak membuat prilakunya menjadi lebih baik. Dasar ilmu agama yang mestinya sudah dipahaminya justru dilanggarnya.
Hal ini terjadi karena dirinya tak kuat menahan nafsu birahinya. Ironisnya, wanita yang menjadi korbannya adalah Rin (35) wanita yang sudah bersuami dan tinggal di Kecamatan Jatiroto.
Tak tanggung-tanggung, meski Tar mengaku baru lima bulan mengenal Rin, namun dirinya sudah bisa menggandeng Rin masuk salah satu hotel di Lumajang sebanyak tiga kali.
“Tolong jangan rame-rame Pak, Saya mengaku salah. Saya sudah tiga kali ke hotel bersamanya (Rin, red),” ujar Tar dengan wajah ketakutan saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya sembari berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Sementara itu, Rin yang dalam keseharianya bekerja sebagai pedagang dan memiliki tiga orang anak ini, kepada wartawan mengaku dirinya dipaksa Tar untuk “kencan” di hotel.
“Awalnya Saya nggak mau Pak. Tapi karena Saya takut dan dipaksa, terpaksa Saya mau. Saya baru mengenal abah lima bulan pak,” tutur Rin lugu dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.
Jika Tar kepada wartawan mengaku tiga kali mengencani Rin, namun Rin justru mengaku dua kali “kuda-kudaan” dengan Tar di hotel yang sama, “Saya dua kali diajak abah masuk hotel Pak.” Katanya.
Berdasar informasi yang digali wartawan dari beberapa sumber, ternyata suami Rin yang bernama Ali (39) memang jarang di rumah. Dirinya sering bekerja di luar kota dan jarang pulang.
Kondisi inilah yang mungkin dimanfaatkan oleh Tar suami dari Mah (48) untuk mendekati Rin. Gayung pun bersambut, hingga keduanya larut dalam hubungan cinta terlarang yang diharamkan oleh agama ini.
Sekadar diketahui, Tar dan Rin kepergok wartawan masuk salah satu hotel  di Lumajang pada Rabo (24/12) pagi kemarin. Tar masuk hotel dengan motor Supra 125 nopol N 3305 YN, sedangkan Rin dengan motor Suzuki Smash miliknya nopol N 4246 ZB.
Dari pantauan wartawan, keduanya hampir dua jam berada di dalam salah satu kamar hotel. Masuk hotel sekira pukul 07.30 Wib dan baru keluar sekira pukul 09.30 Wib.
Keluar dari hotel, keduanya langsung berpisah. Rin sebelum pulang ke rumahnya masih mampir ke pasar dan ke rumah salah satu kerabatnya di Jatiroto. Sedangkan Tar menyempatkan makan di warung yang terletak di sebelah hotel kemudian ke toko sembako dan langsung pulang ke rumahnya. (ton)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top