Ad

Memo Timur Lumajang
Friday, 17 June 2016

Tujuh Paus yang Terdampar

Warga dihebohkan dengan terdamparnya puluhan ekor paus di perairan Desa Pesisir Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (15/6/2016).

Diduga hal itu disebabkan perubahan suhu laut.

Berdasarkan keterangan nelayan setempat, mamalia air tersebut terlihat sejak siang.

Paus-paus itu lalu kembali ke tengah, tapi satu ekor yang tertinggal. Saat air surut, kian banyak paus yang tersangkut.

Terdamparnya hewan perairan dalam ini menjadi tontonan warga sekitar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Wahid mengatakan, setidaknya 32 ekor Paus Pilot terdampar di perairan tersebut.

Sebanyak 7 ekor memiliki panjang kurang dari 2 meter diikat di pinggir sungai oleh nelayan dengan alasan menunggu air laut pasang baru nanti dilepas.

Thursday, 4 June 2015

Rugi 4 Jutaan, Ogah Lapor

Lumajang, Memo_Suliana (30), warga Dusun Tesi, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Rabu siang (3/6), sekitar pukul 11.30 WIB bernasib apes. Betapa tidak, kalung emas 22 karat seberat 10 gram yang dikenakannya amblas dibawa kabur pelaku jambret. Taksiran kerugian korban mencapai sekitar 4 juta lebih.
korban jambret

Imam, warga Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko kepada Memo menjelaskan, saat itu korban berjalan dari arah barat dengan mengendarai sepeda motor honda beat beriring-iringan dengan dua lelaki muda dengan menaiki sepeda motor suzuki satria FU warna hitam tanpa plat Nopol terpasang.

Setelah melintas di jalan tikungan simpang tiga arah ke pemandian selokambang, tiba-tiba korban mendadak berhenti dan turun dari atas sepeda motornya, terus berteriak minta tolong. Melihat ada yang aneh pada korban, dirinya menghentikan truk yang dikemudikannya lalu mendatangi korban.

Belum sempat menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, sambil menangis korban mengatakan jika kalung emas yang dipakainya dijambret oleh dua pengendara sepeda motor yang berusaha memepetnya. ”Pelaku jembretnya lari ke arah pemandian selokambang, tolong pelaku dikejar Pak. Barangkali bisa tertangkap dan kalung saya berhasil diamankan,” tutur Imam.

Usai mendengar penjelasan dari korban, dirinya langsung melakukan pengejaran dan pencarian terhadap pelaku dengan menggunakan sepeda motor milik korban. Hampir satu jam dirinya muter-muter di sekitaran pemandian selokambang, tapi tak berhasil menemukan pelaku jambret dimaksud.

Gebyar Paud Diikuti 4 Ribu Peserta Didik

“Kami kembali ke korban dan menyarankan untuk segera melapor ke Polsek Sumbersuko. Tapi korban menolak, katanya mau pulang dulu ke rumahnya untuk menyampaikan kejadian yang dialami pada keluarganya. Setelah itu korban baru akan melapor. Korban ngomong gitu Mas,” pungkas Imam.

Sementara itu Kapolsek Sumbersuko AKP Khuzaini ketika dikonfirmasi Memo melalui via ponselnya mengatakan, hingga sore ini pihaknya belum menerima laporan kejadian jambret TKP Jalan Pemandian Selokambang. Meski korban belum melapor, pihaknya segera menindaklanjuti ke TKP. ”Kami segera ke TKP mudah-mudahan warga sekitar lokasi kejadian bisa memberikan keterangan. Korban masih belum  melapor, baik lapor via telepon, SMS ataupun melapor secara resmi,” tegas Khuzaini. (cho)

Saturday, 30 May 2015

Ketua RT 17 Ngambang di Sungai

Lumajang, Memo_Sehari tak pulang, seorang pedagang sepeda motor bernama Misto, alias Pak Tin (52), warga Jalan Kauman, RT 017  RW 008, Desa/ Kecamatan Klakah, pada Jum’at pagi (29/5), sekitar pukul 06.40 WIB., ditemukan tewas mengambang di sungai buk panjang Desa Grobogan Kecamatan Kedungjajang.

tewasMeski jalan menuju ke sungai buk panjang cukup terjal dan licin, puluhan warga terus berdatangan menuju ke sungai buk panjang untuk melihat kondisi mayat korban, sekaligus memastikan identitasnya.

Beruntung petugas Polsek Kedungjajang bersama Sat Resmob wilayah utara dan Identifikasi Polres Lumajang segera tiba di lokasi dan langsung memasang police line yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setengah jam kemudian, usai proses olah TKP, petugas terus mengevakuasi mayat korban menuju ke mobil ambulan yang telah disiapkan, kemudian terus dibawa menuju ke kamar mayat Rumah Sakit dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan proses outopsi guna mengungkap penyebab tewasnya korban.

Zainul alias Keke, tetangga korban kepada Memo mengatakan, pagi itu dirinya mendapat informasi dari warga jika Misto alias Pak Tin tetangga sebelah rumah ditemukan warga tewas mengambang di sungai buk panjang Desa Grobogan. Mendapat kabar seperti itu, dirinya langsung mengajak sejumlah tetangga kanan kiri korban menuju lokasi.

Razia Narkoba Dapat 5 Pasangan Mesum

Ternyata benar, mayat yang ditemukan tewas mengambang disungai buk panjang itu adalah Misto, tetangga sebelah rumah. ”Misto ini Ketua RT 17 Jalan Kauman Desa Klakah, orangnya baik dan pintar. Baru saja merintis sekolah MTS yang terletak di Jalan Ranu Klakah. Sambilannya berdagang sepeda motor Mas,” tutur Zainul alias Keke.

Masih kata Zainul alias Keke, belasan tahun korban tinggal di Jalan Kauman Desa Klakah dikenal baik, bahkan tidak pernah didengar punya masalah, baik dalam keluarganya maupun dengan orang lain. “Istrinya sudah kami hubungi, sekarang dalam perjalanan dari Desa Sruni menuju ke Kamar mayat. Apakah korban ini dibunuh atau tidak, yang jelas itu tugas polisi untuk mengungkapnya. Kalau informasinya, korban mulai kemarin belum pulang ke rumahnya Mas,” jelas Zainul.

Kapolsek Kedungjajang, AKP Dodik Suwarno kepada sejumlah media mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan baik kepada keluarga korban maupun kepada warga yang menemukan korban saat mengambang di sungai buk panjang ini.

Guna mengungkap penyebab kematian korban, pihaknya telah mengirimkan mayat korban ke kamar mayat RS dr Haryoto Lumajang untuk di outopsi. ”Saat ini masih dalam proses outopsi, dan mudah-mudahan kami dapat petunjuk Mas,” tegas Kapolsek Kedungjajang AKP Dodik Suwarno. (cho)

Friday, 29 May 2015

600 Karyawan WCN jadi Pengangguran?

Lumajang, Memo_Sekitar 600 lebih karyawan pabrik triplek PT Wana Cahaya Nugraha, yang terletak di Dusun Krajan Timur, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, terancam menjadi pengangguran. Betapa tidak, pabrik yang sudah rata dengan tanah akibat dilalap si jago merah, pada Jum’at pagi (22/5) sekitar pukul 01.30 WIB. kabarnya akan dibangun kembali oleh pihak perusahaan satu tahun lagi.
pengangguran

“Saya bekerja di pabrik WCN itu sudah 2 tahun lebih dan sudah bisa kridit sepeda motor baru. Kalau pabrik itu akan dibangun kembali satu tahun lagi, gimana nasib saya. Angsuran sepeda baru dapat 17 ansuran, padahal kontraknya 36 bulan Mas. Rekan-rekan saya yang baru kredit sepeda motor, jumlahnya hampir 100 orang dan rata-rata baru setahunan,” tutur Anas, warga Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang Kota.

Sejak pabrik WCN terbakar, dirinya bersama sejumlah karyawan lainnya masih terus berkomunikasi dan saling bertukar pikiran tentang nasib kedepannya. Rencananya, dalam waktu dekat dirinya bersama sejumlah rekan-rekannya akan menghadap pimpinan pabrik WCN, tujuannya tidak lain akan meminta penjelasan kapan pabrik itu akan dibangun kembali.

“Kami akan menanyakan kapan pabrik ini dibangun lagi, kalau tidak terlalu lama kami bersama rekan-rekan akan menunggunya. Misalkan terlalu lama dan tidak tentu, ya kami akan putar haluan bekerja di tempat lain, agar bisa bayar cicilan motor Mas,” jelas Anas.

Khusnul, warga Kecamatan Senduro menambahkan, dirinya juga bingung setelah mendapat kabar jika pabrik WCN tempat dia bekerja ludes terbakar. Selain terlanjur kredit sepeda motor, juga kadung ikut arisan bulanan di lingkungannya.

Arena Judi Ugluk dan Jikie Diobrak Petugas

“Cicilan motor 560 ribu perbulan selama 3 tahun kontraknya, sekarang baru dapat 13 angsuran. Arisan di lingkungan perbulan sebesar 200 ribu. Kalau pabrik tidak segera dibangun kembali, ya terpaksa saya harus kerja lain. Namanya sudah terlanjur Mas,” tambah Khusnul.

Sementara itu Manager PT Wana Cahaya Nugraha, Hendrik Wijaya belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo terkait kapan rencana dibangunnya kembali pabrik yang dipimpinnya. (cho)

Tuesday, 26 May 2015

Banting Stir, Truk Masuk Sungai

Lumajang, Memo_Menghindari tabrakan, sebuah truk Ragasa warna merah, Nopol DK 9317 GP yang dikemudikan oleh Aan warga Desa/ Kecamatan Tanggul,  Jember, dengan membawa muatan ratusan air meniral merk Global, terguling dan masuk sungai Bondoyudo yang terletak di Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto pada Senen (25/5), sekitar pukul 09.00 WIB.
kecelakaan

Akibatnya, selain ratusan dos air mineral yang diangkutnya berserakan di sekitaran tepi sungai Bondoyudo, sopir truk mengalami luka robek dan lecet-lecet pada wajah, tangan serta kakinya. Khawatir terjadi infeksi terhadap lukanya, sopir truk langsung dilarikan ke Puskesmas Jatiroto.

Tidak hanya itu, body kepala truk mengalami kerusakan yang cukup parah, seperti kaca depan pecah, dua pintu truk ringsek ke dalam hingga kedua kacanya pecah dan tidak bisa dibuka. Kerugian sementara ditaksir mencapai 20 jutaan.

Yudi saat dikonfirmasi sejumlah media di sekitaran lokasi kejadian menjelaskan, truk yang dikemudikan oleh korban berjalan dari arah timur menuju ke barat dengan beriring-iringan dimana di depan truk korban berjalan sepeda motor  tak dikenal dan di depannya lagi sebuah truk juga tidak dikenal.

Beberapa meter sebelum lokasi kejadian, tiba-tiba truk tak dikenal yang berjalan paling depan mendadak ngerem dan sepeda motornya juga ngerem bahkan sepeda motor nyaris menabrak body truk bagian belakang.

Melihat hal itu, mungkin korban panik dan bingung, akhirnya banting setir ke kiri jalan. Dasar lagi sial, truk terguling dan masuk sungai. ”Lebih baik masuk ke sungai dari pada menabrak sepeda motor yang berhenti di depannya itu. Kalau luka-luka gak masalah, kalau yang ditabrak meninggal, selain dihukum juga harus memberikan santunan pada korban,” ungkap Yudi.

Parahnya, begitu truk masuk sungai, truk dan sepeda motor tak dikenal yang semula berhenti di depannya langsung meninggalkan begitu saja. ”Saya tahu persis kejadian itu, karena saya juga mengemudikan truk berjalan di belakang truk korban. Saya dibantu warga  langsung mengeluarkan dari bodi kepala truk. Karena kondisinya banyak luka, oleh warga langsung dilarikan ke Puskesmas Jatiroto,” pungkas Yudi.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Lumajang, Iptu Tono Supatono kepada Memo mengatakan, truk terguling dan masuk sungai Bondoyudo itu disebabkan kurang waspadanya pengemudi itu sendiri, karena mengatur jarak dengan kendaraan yang berjalan di depannya.

Mayat Bayi Membusuk di Sungai

Sehingga apabila kendaraan yang berjalan di depan mendadak berhenti, menjadi panik dan bingung. Beruntung, masih mau banting setir, meski harus masuk sungai. ”Kondisi sopir hanya mengalami luka lecet-lecet. Saat ini bangkai truk sudah berhasil dievakuasi dengan menggunakan kendaraan derek,” tegas Kanit Laka Polres Lumajang, Iptu Toni Supartono. (cho)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top