Ad

Memo Timur Lumajang
Tuesday, 16 December 2014

Sebagian Pedagang Legowo

Posted by on Tuesday, 16 December 2014



Lumajang, Memo
Terkait tentang penggusuran yang dilakukan oleh petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terhadap warung-warung yang berdiri di area daerah milik jalan (Damija) Jalan Lingkar Timur (JLT) pada Minggu (14/12) siang kemarin, sebagian besar dari para pedagang mengaku legowo..
Mereka sadar, apa yang dilakukan itu adalah melanggar aturan dan menyalai peraturan daerah (Perda). “Ya bagaimana lagi, karena kami sudah menyalai aturan dan perda yang dikeluarkan oleh Bapak bupati,” terang Sareh selaku Ketua Paguyuban Pedagang Kecil (PPK) yang menemati Damija JLT ketika dikonfirmasi Memo Senin (15/12) kemarin.
Menurutnya,.memang akan ada factor-faktor lain yang masih mau dikemas oleh pemerintah setempat. Bahkan adanya penggusuran ini, para pedagang mulai bersyukur karena Pemerintah Daerah segera menfasilitasi. “Kurang enak yoopo, wes dibongkarno sek diusungno pisan,” jelasnya
Dengan adanya relokasi, maka para pedagang akan mendapat modal dari pemerintah. Selama belum adanya relokasi tempat barukata Sareh, pemerintah sanggup memberikan bnantuan beras kepada masing-masing pedagang yang warungnya digusur.”Entah bantuan yang diberikan ke kami berapa, saya masih belum tahu,” ungkapnya..
Ketika disinggung kenapa para pedagang tetap memilih bertahan sampai batas waktu yang telah ditentukan, dengan jelas Sareh mengatakan, pertama adalah urgensinya. Relevansinya antara laporan dari masyarakat dengan relokasinya masih belum ada.
Mengenai laporan masyarakat yang katanya warung-warung JLT digunakan sebagai tempat pesta miras dan portitusi, Sareh menggapnya hal itu tidak adil. Karena,kata Sareh, prostitusi itu bisa dilakukan dimana saja. “Meski warung-warung ini sudah dibongkar, saya yakin masih ada saja orang yang menggunakan JLT sebagai tempat mesum dan sebagainya,” yakinnya..
Hal itu sebetulnya, harus ada ketegasan dari pihak-pihak yang terkait seperti Satpol PP dan aparat kepolisian. Bahkan, pihaknya akan mendukung apabila ditempat JLT nantinya tidak ada tempat-tempat karaoke yang dijadikan tempat prostitusi terselubung. “Kami bersama masyarakat yang lain, sanggup bekerjasama dengan pihak-pihak terkait,”tegasnya.
Mengenai pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP siang kemarin, pihaknya mengaku senang dan legowo. Yang penting, apa yang menjadi janji dari pemerintah daerah yang akan melakukan relokasi ke tempat yang baru bisa cepat terwujud. “Kami disini menunggu apa yang menjadi janji Pak As’at Malik,” pungkas Sareh. (tri)

comments

0 Komentar:

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top