Ad

Memo Timur Lumajang
Thursday, 22 January 2015

Pergoki Pencuri, Korban Dibacok

Posted by on Thursday, 22 January 2015

Pergoki Pencuri
Lumajang, Memo
Tragis yang dialami oleh Siti Hamidah (78), seorang nenek asal Dusun Tulusrejo, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Pada saat rumahnya disatroni maling, ia berusaha teriak sambil melawan. Tak pelak, pelaku langsung menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.
Rabu (21/1) dini hari, sekira pukul 02.00 Wib, di rumahnya yang beralamat di Dusun Tulusrejo, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. keterangan warga, setiap hari korban tinggal di rumahnya sendirian. Malam itu, korban sedang tidur di ruang tengah sambil menggelar kasur.
Tiba-tiba, korban dikagetkan dengan suara keras yang keluar dari salah satu jendela rumahnya. Karena curiga, korban berusaha bangun untuk mencari tahu bunyi suara yang mencurigakan itu. Pada saat hendak melangkah,  pet, lampu listrik di rumahnya padam dan gelap gulita. “Mungkin pelaku sengaja mematikan lampu dari meterannya,” terangnya.
Bersamaan, ada seorang laki-laki langsung mendekap korban dari belakang. Sambil mengancam dengan senjata tajam, pelaku minta agar korban menunjukan perhiasan dan uang yang disimpannya. Mendapat ancaman dari pelaku, korban bukannya takut malah berontak sambil teriak minta tolong.
Pelaku yang kalap, langsung membabatkan senjata tajam yang dibawanya itu bertubi-tubi kerah korban. Korban yang kesakitan, langsung berusaha meloloskan diri dan lari kearah pintu depan. Setelah berhasil membuka pintu dan keluar, korban menutup kembali pintu dan menguncinya dari luar.
“Mungkin korban berpikir, biar pelaku tidak bisa keluar dari rumahnya,” jelas warga lagi. Korban yang kondisinya terluka parah dengan bermandikan darah, berusaha minta tolong kepada warga sambil berteriak. Mendengar teriakan itulah, salah satu tetangga korban bangun lalu keluar dari rumahnya dan menghampiri korban.
Melihat kondisi korban yang bermandikan darah, salah satu warga kemudian memberitahukan kepada warga yang lain. Hanya dalam hitungan menit, puluhan warga berdatangan dan memberikan pertolongan. Selanjutnya, mereka membawa korban ke Puskesmas Tempeh yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.
Anggota Polsek Tempeh yang mendapat laporan dari warga, langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam olah TKP, petugas menemukan salah satu jendela samping rumah korban dengan  kondisinya rusak dan terbuka  serta darah segar membanjiri ruangan tengah.
Diduga, pelaku lebih dari satu orang masuk ke halaman rumah korban dengan cara memanjat pagar tembok belakang rumah. Setelah itu, pelaku masuk rumah dengan cara mencungkil jendela dan teralis yang ada di samping rumah korban. “Mungkin pelaku kabur ketika ada warga yang menolong korban,” terang petugas.
Sementara itu menurut Khoiro (50), anak pertama korban, menduga jika pelakunya bukan orang jauh. Karena saat itu, pelaku sempat menanyakan berlian yang biasa dipakai ibunya (korban-red). “Kalau pelakunya orang jauh, ga mungkin tahu kalau ibu saya punya berlian. Sebabnya, ibu saya ga pernah bepergian jauh,” jelasnya.
Dijelaskan oleh Khoiro, berlian yang dipakai ibunya itu adalah berhiasan warisan turun temurun dari kakek-neneknya. Namun sudah beberapa bulan terakhir, ibunya tidak pernah memakaianya lagi. “Padahal sejak usai lebaran kemarin, berlian itu tidak dipakai lagi oleh ibu,” pungkasnya. (tri)

comments

0 Komentar:

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top