Puting Beliung, Pohon Sengon Tumbang
Posted by
Unknown on Saturday, 14 February 2015
Lumajang, Memo_Para petani sengon di wilayah Kecamatan Tempeh terpaksa hanya bisa gigit jari setelah mengetahui ratusan pohon sengon miliknya banyak yang tumbang diterpa angin putting beliung. Selain sengon, hembusan angin putting beliung yang kencang itu juga merobohkan tanaman pisang, pepaya dan hektaran tanaman tebu. Akibatnya, beberapa petani mengaku rugi puluhan juta rupiah.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (11/2) sore, sekira pukul 17.45 Wib. informasinya, sore itu cuaca sedang turun hujan disertai sambaran petir. Tiba-tiba, ada hembusan angin yang cukup besar lalu merobohkan beberapa batang pohon yang berdiri di depan rumah warga. Bahkan, tidak sedikit pohon yang tumbang tersebut menimpah atap rumah warga.
“Saat itu, kami bersama keluarga dan warga lain berhamburan keluar rumah karena takut tertimpah atap rumah yang ambruk,” terang Sunyoto (46), warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. Tidak berhenti sampai disitu saja, angin putting beliung juga menumbangkan ratusan pohon sengon yang ada di lahan milik petani.
Kerusakan bukan hanya pada pohon sengon saja. Melainkan, tanaman papaya, pisang dan hektaran tanaman tebu juga banyak yang roboh. Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun kerugian yang dialami oleh beberapa petani sengon di Kecamatan Tempeh mencapai puluhan juta rupiah.
Hal itu diakui oleh Ribut (51), anggota Koramil Tempeh yang berdinas sebagai Babinsa Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. Menurutnya, akibat hembusan angin putting beliung tersebut, hampir seluruh tanaman pohon sengon miliknya roboh. Sehingga, ia mengaku rugi hingga jutaan rupiah.
Pasalnya, pohon sengon yang ditanam pada lahan sawahnya itu masih berumur sekitar 1 tahun dan tidak bisa dijual. Kalaupun laku kata dia, nanti tidak akan sesuai dengan biaya penebangan serta angkutan yang dikeluarkan. “Ya terpaksa, pohon pohon sengon yang tumbang itu saya berikan kepada warga yang mau,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi serupah juga dialami oleh petani-petani sengon yang tanamannya tumbang ketika masih berumur 1 sampai 2 tahun. Sudah dipastikan, para petani juga tidak bisa menjual kayu sengonnya yang tumbang dikarenakan usianya belum cukup untuk ditebang.
Namun, lain halnya dengan ratusan pohon sengon milik H. Zaenal warga Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh. yang sama-sama tumbang karena diterpa angin putting beliung. Meski kondisinya roboh, namun pohon-pohon sengon itu sudah berumur lebih dari 4 tahun. Sehingga, banyak pedagang masih mau membelinya.
Tetapi bisa dipastikan, keuntungan yang didapat dari munjual kayu sengon itu juga tidak akan sebesar yang diharapkan.Sebab, sebagian pohon sengon yang tumbang itu banyak yang patah pada bagian tengahnya.”Kalau pohonya patah bagian tengah, secara otomatis akan pengaruh pada harga,” pungkasnya. (tri)
0 Komentar:
Post a Comment