Ad

Memo Timur Lumajang
Wednesday, 13 January 2016

DPPKA Pemkot Probolinggo dan Management BJBR Kong-Kalikong?

Probolinggo, Memo Timur_Terkait ditemukannya indikasi manipulasi dan dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh management Obyek Ekowisata BeeJay Bakau Resort (BJBR), yang berlokasi di Pelabuhan Pelelangan Ikan Kota Probolinggo, dengan modus operandi menjual karcis tanda masuknya (TM) tanpa ada legalitas berupa perforasi dari Bidang Pendapatan di DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset) Pemkot Probolinggo, Serta fakta di lapangan ditemukan nomor seri tanda masuk (TM) ganda yang juga tidak terperforasi, dan nomor seri TM yng diperforasi ke DPPKA Pemkot Probolinggo dengan nomor seri tidak urut dan loncat-loncat.
Triani Prawanti, Kabid. Pendapatan DPPKA dan Joko, Kepala HRD BJBR

Triani Prawanti, Kabid. Pendapatan DPPKA dan Joko, Kepala HRD BJBR


Pihak managemen BJBR, melalui Joko, Kepala HRD BJBR, ketika dikonfirmasi di kantornya, (Selasa, 12/1), melakukan perbuatan ilegal yang dapat dikategorikan sebagai upaya ‘membungkam’ kemerdekaan jurnalistik yang dijamin Undang-undang PERS, Nomor 40/tahun 1999, dengan cara memberikan amplop berisi uang sambil menerangkan bahwa permasalahan itu sudah terselesaikan dengan pihak Pendapatan di DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset) dan tidak lagi perlu diberitakan.

“Pihak Dispenda (DPPKA, Red) sudah tahu hal ini, nanti akan hadir ke sini dan akan kami bayar kewajiban pajak kami, jadi permasalahan ini sudah selesai. Sehingga jangan diberitakan karena saya rasa tidak perlu lagi” kata Joko sambil menyodorkan amplop berisi uang. Kontan saja pemberian tersebut ditolak, mengetahui hal ini, buru-buru Joko meralat keterangannya, “Ini bukan suap, ini hanya uang pengertian kami kepada anda, karena anda sudah jauh-jauh meliput ke sini” rajuk Joko.


Di sisi lain, Triani Prawanti, Kabid Pendapatan DPPKA Kota Probolinggo, ketika dikonfrimasi di kantornya, (Selasa, 12/1), selain mengaku terkejut melihat Tanda Masuk BJBR tanpa ada perforasi, dugaan kuat adanya nomor seri ganda yang merupakan indikasi manipulasi dan penggelapan pajak mengatakan, “Saya tidak pernah mendapat informasi maupun koordinasi terkait penjualan karcis yang belum terperforasi itu dari pihak BJBR.” Triani juga menegaskan bahwa pihak BJBR terakhir memperforasi tiket masuk BJBR pada tanggal 5 Juni 2015 dengan nomer seri mulai 4000 sebanyak 20 bendel dengan rincian 100 tiket per bendelnya. “BJBR saat ini juga sedang meminta perforasi tanda masuk dengan nomor seri mulai 007001” lanjut Triani.

“Selama ini BJBR terhitung sebagai wajib pajak yang baik, pola penentuan pajaknya dengan system self assessment, dimana pihak wajib pajak berhak menghitung pendapatan, menentukan besarnya pajak yang harus dibayar serta melakukan pembayaran pajak sendiri tanpa dipungut” terang Triani. “Saya baru tahu kalo ada tiket tanpa perforasi dan kemungkinan bernomor seri ganda ini, saya akan segera ke BJBR untuk klarifikasi” imbuhnya.

Keterangan Triani ini menunjukkan kebohongan Joko, Kepala HRD BJBR yang mengatakan sudah berkordinasi dengan pihak DPPKA untuk menjual tiket tanpa perforasi tersebut. Lebih jauh, Triani juga kaget melihat fisik tiket yang ditunjukkan awak media ini, karena dianggapnya tidak sama. “Lho karcisnya tidak sama, BJBR cetak sendiri berarti ini ya” ungkapnya sambil mendokumentasikan TM milik Memo Timur yang dianggapnya cetakan BJBR sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Triani juga meminta kepada wartawan media ini agar tidak menulis dahulu dan berkoordinasi dengan pihak BJBR, “Jangan ditulis dulu ya mas, (wartawan Memo Timur, Red), koordinasikan dan kondisikan dulu saja dengan pihak BJBR” pinta Triani mengherankan, karena sebagai abdi negara yang menjabat Kasi. Pendapatan di DPPKA Pemkot. Probolinggo, seharusnya Triani bersyukur atas pengungkapan fakta itu melalui media massa, tidak justru berlagak layaknya pejabat humas BJBR dengan meminta agar tidak diberitakan. (A’Az)

Ekowisata BJBR, Belum Aman Bagi Pengunjung, Khususnya Anak-anak

Probolinggo, Memo Timur_Obyek Ekowisata BeeJay Bakau Resort (BJBR), yang berlokasi di Pelabuhan Pelelangan Ikan Kota Probolinggo, diimpikan untuk bisa menjadi icon pariwisata di Kota Probolinggo, sekaligus diharapkan mampu menjadi pilihan pendamping bagi Taman Wisata Nasional Bromo yang sudah meng-internasional.
Jalan jembatan di area hutan bakau tidak berpagar & Jaringan kabel berkekuatan tinggi

Jalan jembatan di area hutan bakau tidak berpagar & Jaringan kabel berkekuatan tinggi


BJBR merupakan unit usaha dari bisnis entertainment terbesar di Probolinggo Raya (Kota dan Kabupaten) ini, pembangunanannya ternyata hanya setengah jalan dan terkesan dipaksakan untuk dibuka bagi pengunjung. Kenyataan ini dapat dilihat dari infrastruktur yang ada, meski sudah beroperasional sejak 2013, namun beberapa fasilitas penting untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung masih jauh dari normal, terutama pengunjung anak-anak.

Salah satunya adalah jaringan kabel listrik berkekuatan tinggi yang terhubung antar unit/ fasilitas di BJBR, seperti dari gardu induk ke Bungalow, ke Restoran Sea Food dan atau ke Cafe Tenda dan lainnya, masih nampak terpasang darurat dan sangat membahayakan, jauh dari standart aman, di beberapa titik masih memanfaatkan pohon-pohon bakau yang dilintasinya sebagai tiang penyangga.


Padahal, pohon bakau itu hidup yang berarti basah dan tumbuh di perairan, Kondisi basah dan perairan itu merupakan penghantar listrik yang baik dan jika terjadi keausan pada fisik kabel akan membahayakan pengunjung dari sengatan aliran listrik. Hal itu membuat M. Nur Istanto, salah satu rekanan bidang fisik Pemkot. Probolinggo, kembali angkat bicara.

“Sebatas yang saya lihat, jaringan kabel listrik di BJBR itu memang sangat rawan dan berbahaya bagi pengunjung, jika ada kabel yang aus, apalagi terputus, yang memungkinkan terjadinya kebocoran aliran listrik. Sudah pasti akan memakan korban, mengingat daerah itu dipenuhi tumbuhan bakau dan genangan air yang bisa menjadi penghantar listrik sempurna” Ujarnya setelah melihat langsung jaringan listrik di BJBR.

“Harus didalami lebih jauh, apakah jaringan kabel listrik itu dikerjakan oleh pihak PLN (perusahaan listrik negara) atau rekanan PLN yang sah dan profesional, atau mungkin oleh pihak pengembang dan management BJBR sendiri. Karena mereka harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu atas pengunjung karena kelalaian mereka” imbuhnya.

Selain itu, jalan penghubung antar fasilitas BJBR dalam bentuk jembatan, yang melintasi hutan bakau, terbangun di atas genangan air laut yang pasang, berketinggian sekitar 2 hingga 4 meter. Terlalu sempit dan tidak berpagar pembatas di sisi kiri dan kanannya, sehingga pengunjung, terutama anak-anak yang masih gemar berlari-larian, sangat rawan terjatuh dan terjerembab ke perairan hutan bakau yang tentunya juga sangat berbahaya. Belum termasuk bahaya dari kerawanan kekuatan jembatan itu sendiri dan binatang liar seperti ular.

Pada pekan padat pengunjung, event Natal 2015 dan tahun 2016 kemarin saja, ketika ribuan pengunjung memadati BJBR, tidak nampak adanya petugas keamanan di lintasan jalan-jembatan itu, atau di sekitar kolam pemandian, termasuk keberadaan tim Rescue yang bertugas menolong pengunjung yang mengalami kecelakaan, baik terjatuh di daratan maupun tenggelam di perairan.

Atas kenyataan rawannya keselamatan pengunjung BJBR ini, selain menyampaikan rasa prihatin yang tinggi, Sugeng, salah satu pengusaha hiburan dan tempat wisata senior di Jawa Timur, juga menyarankan agar pihak BJBR segera membenahi fasilitas yang masih membahayakan pengunjung, dan selama pembenahan berlangsung, BJBR secara kesadaran sendiri tutup sementara. Agar ke depan tercipta kenyamanan dan keamanan bagi pengunjungnya. (A’Az)

Saturday, 30 May 2015

Gabungan, Gelar Operasi Angkutan Barang

Lumajang, Memo_Untuk mengurangi kerusakan jalan di wilayah kabupaten Lumajang, baik itu jalan kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun kewenangan pemerintah Kabupaten Lumajang, kemarin pagi sekitar 08.00 hingga pukul 11.00 WIB., Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Timur melakukan operasi muatan terhadap kendaraan angkutan barang.
operasi muatan

Dalam operasi yang berlangsung selama 3 jam, di Jalan Raya Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang dengan melibatkan petugas dari Dishub Kabupaten Lumajang, Sat Lantas Polres Lumajang, Kejaksaan Negeri Lumajang, serta Pengadilan Negeri Lumajang. Tidak sedikit kendaraan angkutan barang yang terjaring dalam operasi itu.

Kepala UPT Dinas Perhubungan Jawa Timur wilayah Kabupaten Lumajang, Jember dan Bondowoso, Agus Wijaya saat dikonfirmasi melalui via telepon menyampaikan operasi pembatasan muatan terhadap kendaraan angkutan barang bertujuan agar semua kendaraan angkutan barang tertib dan mentaati batasan maksimal muatan, sesuai dengan besar kecilnya kendaraan.

Melalui operasi muatan ini, diharapkan semua kendaraan angkutan barang bisa mematuhi aturan dan ketentuan yang ada, khususnya batasan maksimal muatan. Kalau dulu selalu membawa muatan melebihi kapasitas, mulai besok tidak lagi.

Semua kendaraan yang melanggar terhadap batasan muatan dan terjaring dalam operasi gabungan, maka diambil tindakan tegas dengan surat tilang dan langsung sidang di tempat. Kami harap operasi ini terus dilakukan oleh Dishub Kabupaten Lumajang. Selain untuk menertibkan, juga mengurangi kerusakan jalan,” papar Agus Wijaya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang, Rochani menambahkan, operasi muatan ini akan terus dilakukan oleh jajaran Dishub Kabupaten Lumajang  bersama Satlantas Polres Lumajang dengan sasaran operasi tetap di wilayah Kecamatan Kedungjajang.

“Kendaraan yang terjaring dalam operasi muatan ini, tidak hanya diperiksa kelebihan muatannya saja, melainkan juga akan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraannya juga. Jika batasan muatannya melebihi kapasitas, maka akan diturunkan. Kalau buku kirnya, SIM atau pajak kendaran mati, kendaraan kami amankan,” ungkapnya.

Ketua RT 17 Ngambang di Sungai

Masih kata Rochani, melalui operasi muatan ini pihaknya bisa mengetahui berapa banyak jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan angkutan barang, baik itu milik perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang maupun yang di luar kabupaten Lumajang.

“Kendaraan angkutan barang yang kedapatan membawa muatan melebihi batasan maksimal, tidak ada pilihan kecuali ditindak tegas. Saya harap para sopir atau perusahaan juga memikirkan atas kondisi jalan ini,” pungkas Rochani. (cho)

Friday, 29 May 2015

Apa Hanya Ucapan Bela Sungkawa Saja buat Keluarga Korban?

Lumajang, Memo_Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) melalui staf Bidang Konsulat, Hermawan Abid, pada Kamis (28/5), pagi kemarin, mendatangi rumah duka almarhumah Winarti yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun. Kunjungannya pagi itu tak lain adalah, untuk memberikan ucapan bela sungkawa serta membantu menyiapkan administrasi untuk kepulangan jenazah dari Kairo Mesir ke Indonesia.
TKW terbunuh di Kairo

“Kunjungan kami kesini, tak lain hanya ingin mengucapkan rasa prihatin dan bela sungkawa atas meninggalnya korban. Selain itu, kedatangannya ke rumah duka adalah untuk mengkroscek, guna untuk membantu kepengurusan adsminitrasi dan kelengkapan dari data-data almarhumah,” terangnya kepada sejumlah wartawan yang meliput kedatangannya pagi itu.

Dijelaskan pula, dalam mengurus kepulangan jenazah almarhumah dari Kairo Mesir ke Indonesia masih mendapati beberapa kendala. Pasalnya, kematian korban bukan karena sakit namun karena tindak kejahatan. Sehingga, pihak kepolisian setempat masih membutuhkan jenazah korban sebagai bahan penyelidikan atas kasus pembunuhan itu.

Menurut informasi kepolisian setempat kata Hermawan, pelaku pembunuhan itu sudah ditangkap. Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil keterangan pelaku, sebelum dibunuh, korban sempat diracun melalui minuman.

Pada saat beraksi, pelaku mendapati korban masih belum tidur dan berekeliaran di dalam rumah. Dari situlah, pelaku kesal akhirnya berusaha meracuni korban melalui minumannya. “Karena saat dikasih racun tidak mati, lantas korban dibunuh oleh pelaku di dalam kamarnya,” paparnya.

Sedangkan untuk motif dari aksi pembunuhan itu sendiri sudah jelas yaitu, aksi perampokan yang sasarannya adalah majikan korban sendiri. Meskipun demikian, pihak Kemenlu berjanji akan segera memulangkan jasad korban ke Indonesia.  “Kami berupaya agar jasad korban segera diterbangkan ke Indonesia,” pungkasnya.

600 Karyawan WCN jadi Pengangguran?

Sebelumnya, suasana duka, masih menyelumuti keluarga Winarti (41), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Krajan, Desa Kebonsari, Kecamatan Yosowilangun yang ditemukan tewas di dalam kamar rumah majikannya di Kairo Mesir pada Minggu (24/5), pagi kemarin. Hingga sekarang, pihak keluarga masih menunggu kepulangan jenazah almarhum.

“Tadi malam, kami menggelar tahlilan hari ketiga,” terang Widayani (35), salah satu adik korban kepada Memo Timur Rabu (27/5), pagi kemarin. Menurutnya, pihak keluarga baru mendengar kalau korban meningal dunia setelah mendapat kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Kairo Mesir. (tri)

Tuesday, 26 May 2015

Harapan Siono, Pemerintah Perhatikan Sopir Angkot

Lumajang, Memo_Membludaknya kendaraan pribadi, baik itu kendaraan roda empat maupun roda dua  di wilayah Kabupaten Lumajang, sejak setahun terakhir ini membuat para sopir angkutan dalam kota kelimpungan dibuatnya.
sopir angkot

Jika dulu penghasilan para sopir angkutan dalam kota, setiap hari bisa dipastikan antara 40 hingga 50 ribu perhari, kini tidak lagi. Sejak setahun terakhir ini para sopir berpenghasilan antara 20 hingga 25 ribu perhari. Terkadang para sopir harus menanggung kerugian untuk membayar setoran pada juragan, selaku pemilik kendaraan angkot karena sepi penumpang.

“Kalau dulu Mas, penumpang umum dan anak sekolah membludak. Tiga kali narik saja, saya bisa memenuhi uang setoran. Sekarang, penumpang umum dan anak sekolah rata-rata sudah menggunakan kendaran sendiri, meski muter Lumajang Wonorejo hingga 5 kali narik, ya untung-untungan cukup buat setoran Mas,” ungkap Siono salah satu sopir angkot.

Berkurang penumpang tidak hanya karena membludaknya kendaraan pribadi saja, tetapi juga disebabkan karena bus jurusan Surabaya-Kencong-Ambulu-Jember diperbolehkan masuk melalui jalur kota.

”Andai Bus itu tidak masuk jalur kota, insalloh nasib angkutan dalam kota tidak separah ini. Penumpang sangat sepi Mas, untuk mendapat uang setoran saja sulitnya setengah mati. Saya mohon pemerintah segera mengambil langkah, agar bus tidak masuk jalur kota melainkan melalui jalur Jalan Lintas Timur (JLT),” pungkas Siono.

Mulin juga menambahkan, apabila pemerintah bisa memberlakukan bus tidak masuk jalur kota, kemungkinan besar para penumpang yang hendak bepergian jauh seperti mau ke  Probolinggo, Malang atau ke Surabaya dapat dipastikan akan menggunakan jasa angkot.

 “Selama ini para penumpang dalam kota yang hendak bepergian jauh, rela menunggu bus di jalur kota, meski harus lama. Saya berharap Bapak Bupati Lumajang segera memikirkan nasib sopir angkot dengan membuat peraturan agar bus tidak masuk jalur kota,” tegas Mulin.

Banting Stir, Truk Masuk Sungai

Sementara itu, Bupati Lumajang Drs. H. As’AT Malik belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo terkait keinginan dan harapan para sopir angkot, khusus dalam kota agar bus tidak lagi masuk jalur kota. ”Maaf Bapak Bupati masih ada rapat kerja, rekan-rekan bisa menemui besok pagi saja,” tutur salah satu staf yang tak mau namanya dikorankan. (cho)

Friday, 22 May 2015

Perbarindo Jember Gelar Musyawarah Komisariat ke IX

Lumajang, Memo_Dalam rangka memperkuat kelembagaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Rabu (20/5), sekitar pukul 09.00 WIB. Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indoensia (Perbarindo) Jember melakukan Musyawarah Komisariat ke IX yang bertempat di Aula Hotel Gajah Mada, yang terletak di Jalan PB Sudirman Lumajang.
Bank Perkreditan Rakyat

Ketua Dewan Pengurus Komisariat Perbarindo Jember, Berti Steven Ciongata saat dikonfirmasi sejumlah media menjelaskan, musyawaroh komisariat ke IX yang dilakukan oleh Perbarindo Jember yang berlangsung di Lumajang ini tidak lain untuk memilih pengurus yang baru menggantikan pengurus yang lama.

Tidak hanya itu, dalam musyawarah komisariat ke IX ini juga menetukan program rencana kerja untuk 4 tahun kedepan. ”Proses pemilihan pengurus baru, kami lakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Siapapun yang terpilih menjadi pengurus, ya itulah yang akan menetukan maju dan berkembangnya Perbarindo kedepan,” ungkap Berti Steven Ciongata.
Tujuan utama dilakukan musyawarah ini adalah, kepengurusan yang baru yang akan memimpin dan membawa organisasi ini kearah yang lebih baik lagi, lebih berkembang lagi dalam kurun waktu 4 tahun kedepan. “Dengan kepengurusan yang baru nanti kami berharap oraganisasi ini akan lebih maju dan berkembang lagi,” ungkapnya lagi.

Satgas Sikat Bandar Judi Jie Kie

Masih kata Berti, apabila proses pemilihan pengurus baru Perbarindo Jember tidak segera dilakukan, khawatir kedepan bisa mengganggu kinerja Perbarindo kedepan. ”Hal ini sengaja segera dilakukan tidak lain untuk meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada Usaha Mikro Kecil (UMK), sehingga Perbarindo terus maju dan berkembang,” pungkas Berti Steven Ciongata. (cho)

Tuesday, 19 May 2015

Cegah Balapan Pasca Kelulusan SMA

Lumajang, Memo_Mengantisipasi terjadinya balap motor antar komunitas motor di wilayah Kabupaten Lumajang pasca lulusan peserta didik tingkat SMA/ SMK/ MA kemarin, Polres Lumajang mengambil langkah tegas dengan menerjunkan puluhan personilnya untuk melakukan patroli keliling ke sejumlah ruas jalan yang dicurigai sebagai tempat balap motor liar.
balapan liar

Tidak sedikit gerombolan anak muda dan komunitas motor berhasil dibubarkan oleh petugas patroli. Hal ini sengaja dilakukan oleh jajarannya tidak lain mengantisipasi terjadinya kesalah fahaman antar komunitas motor yang memicu terjadinya aksi tawuran yang bisa menyebabkan adanya korban jiwa.

Kasat Sabhara Polres Lumajang AKP Edi Santoso, saat ditemui sejumlah media mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi balapan motor atau terjadinya tawuran antar komunitas motor, pihaknya terus meningkatkan patroli keliling ke sejumlah ruas jalan baik dalam kota maupun ke wilayah kecamatan dalam rangka pencegahan. “Setiap kami melihat gerombolan anak muda bersepeda motor, langsung kami bubarkan,” ungkap AKP Edi Santoso.

Dan apabila dalam giat patroli itu mendapati sepeda motor protolan seperti tidak menggunakan lampu penerangan, menggunakan ban kecil, knalpot brong juga tanpa plat Nopol terpasang, maka pihaknya langsung mengamankan sepeda motor tersebut ke Mapolres Lumajang.

Selain para pemilik motor diberikan pembinaan, apabila hendak mengurus dan mengambil sepeda motornya para pemilik motor diharapkan membawa surat-surat motor yang asli sekaligus memasang perlengkapan sepeda motornya kembali pada standartnya.

FKUB BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

”Meski ada BPKB kalau motornya protolan, ya harus dikembalikan pada kondisi standartnya dulu. Jika tidak, ya tidak bisa kami keluarkan Mas. Pasca lulusan kemarin sampai saat ini kami tidak mendapati terjadinya balap motor baik itu di dalam kota Lumajang maupun di sejumlah wilayah kecamatan se Kabupaten Lumajang,” pungkas AKP Edi Santoso. (cho)

Tuesday, 12 May 2015

Peringati Hari Anak Nasional dengan 3M

Lumajang, Memo_Memperingati Hari Anak Nasional pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menggelar lomba Mewarna, Menggunting dan Menempel (3M) yang diikuti sekitar 2000 lebih peserta didik dari TK/ RA/ BA se-Kabupaten Lumajang.
Bupati Lumajang

Peringatana HAN yang dibuka langsung oleh Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik didampingi oleh ketua TP PKK Kabupaten Lumajang HJ Tutuk As’at Malik berlangsung meriah. Selain ditandai pelepasan puluhan balon juga dimeriahkan oleh berbagai jenis tarian yang diiringi oleh musik drum band siswa TK.

Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik dalam sambutannya menyampaikan, anak merupakan aset bangsa yang tentunya menjadi generasi penerus bangsa yang akan datang. Karena itu hak anak harus mendapat perlindungan secara baik dari orang tua, sehingga tidak terjadi diskriminasi ataupun ancaman kekerasan.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional  (HAN) 9 Mei 2015 ini, diharapkan seluruh orang tua siswa khususnya TK/RA/BA ini kedepan benar-benar bisa memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap anaknya dari ancaman tindak kekerasan.

“Hak anak sudah diatur secara resmi dalam undang-undang perlindungan anak, siapapun yang melakukan tindak kekerasan atau diskriminasi terhadap hak anak, maka akan berurusan dengan petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” ungkap Bupati Lumajang.

Maksud Hati Tolong Orang, Kasun Tewas Dibondet

Bupati Lumajang menambahkan, orang tua wajib memberikan perhatian, pembinaan serta pengawasan terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari agar anak sebagai penerus bangsa bisa tumbuh dan berkembang dengan baik menjalani hak-hak anak sesuai ketentuan yang ada.

“Dalam mendidik anak, orang tua tidak boleh memaksakan sesuatu kepada anak dan orang tua hanya bisa mengarahkan saja. Apabila para orang tua telaten dan maksimal dalam mendidik anak, mulai dari usia dini seperti ini, kami yakin besar nanti anak itu akan menjadi anak pintar cerdas dan berbhakti pada kedua orang tua serta pada Bangsa Dan Negara,” pungkas Bupati Lumajang Drs.H. As’at Malik. (cho)

Wednesday, 6 May 2015

Sampah Kondom di B29 jadi Sorotan Khusus

Lumajang, Memo_Ramainya pemberitaan lokasi wisata B-29 yang terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, menjadi tempat ajang mesum para pengunjung, apalagi belakangan ini banyak ditemukan sampah kondom, hingga saat ini terus menjadi perhatian serius banyak pihak.
kondom bekas

Muhamad Atok Hasan Sanusi, salah satu pengurus Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang kepada sejumlah media mengatakan pihaknya meminta pada semua pihak, khususnya pihak terkait untuk segera melakukan upaya pencegahan terhadap dugaan perbuatan asusila di sekitar lokasi wisata B-29 yang saat ini banjir pengunjung.

Untuk mengurangi dan memberikan batasan terhadap perbuatan para pengunjung yang bukan muhrimnya, dalam waktu dekat MUI Kabupaten Lumajang segera membangun sebuah Mushollah di sekitaran lokasi wisata B-29.

”Mudah-mudahan dengan adanya musholah di sana, mereka yang akan berbuat mesum tiba-tiba mengurungkan niatnya dan takut. Kami berharap agar para pengunjung tidak mengotori lokasi wisata B-29 itu dengan perbuatan asusila seperti itu. Kami juga berharap pada pihak yang terkait, segera mengambil langkah tegas,” papar Atok.

Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik mengatakan, setelah mendengar dan membaca dari sejumlah media, jika lokasi wisata B-29 yang terletak di Desa Argosari Kecamatan Senduro diduga telah menjadi tempat maksiat, apalagi banyak ditemukan sampah kondom, pihaknya segera mengambil langkah agar harapan pemkab Lumajang yang akan memprioritaskan bidang wisata puncak B-29 dengan anggaran milyaran rupiah itu segera mendapatkan pengakajian ulang.

Siapa yang akan bertanggung jawab apabila lokasi wisata B-29 yang difasilitasi pemerintah daerah, ternyata lebih banyak mengundang permasalahan besar dari pada segi kebaikannya.

“Ingat, salah satu program pemerintah adalah memberantas kenakalan remaja dari prilaku seks bebas. Lokasi wisata bukan hanya B-29 saja, masih banyak yang lain. Kalau B-29 sudah seperti itu, lokasi wisata yang lain saja dikembangkan. Kami sudah menegur rekan-rekan dinas pariwisata untuk segera melakukan cara terbaik untuk menghindari semua itu,” ungkap Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik.

Pihak Sekolah Dukung Operasi Narkoba

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Gawat Sudarmanto, ketika dikonfirmasi Memo di kantornya mengatakan, begitu mendapat informasi banyak sampah di sekitar lokasi wisata B-29, pihaknya terus memanggil kepala desa setempat untuk bersama-sama membeli tong sampah agar ditempatkan di sejumlah titik ditambah papan himbauan agar membuang sampah pada tempatnya.

“Apabila ada tambahan sampah kondom, ya bukan himbaun lagi harus ada jalan keluar. Kalau himbauan dari dinas pariwisata ya hanya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya,” Kata Gawat Sudarmanto. (cho)

Monday, 4 May 2015

Kerapan Kelinci, Hadiah Motor

Lumajang, Memo_Untuk meningkatkan pengembangan populasi ternak kelinci, sekaligus menaikkan harga  kelinci di wilayah Kabupaten Lumajang, warga Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, menggelar kerapan kelinci.
kerapan kelinci

Tidak tanggung-tanggung, hadiah utama yang diperebutkan dalam kerapan kelinci itu berupa satu unit sepeda motor dan sebuah kulkas serta sejumlah hadiah hiburan. Kerapan kelinci yang digelar selama dua hari ini diikuti sekitar seratus lebih peserta, tidak hanya berasal dari semua pelosok desa se Kabupaten Lumajang saja, melainkan juga datang dari Kabupaten Probolinggo.

Rahmad Ketua Panitia Kerapan Kelinci kepada Memo mengatakan, awalnya dirinya bersama sejumlah peternak kelinci di wilayah Kecamatan Ranuyoso ini iseng mengadakan kerapan kelinci. Pertama kali dilakukan, ternyata kerapan kelinci ini berhasil menarik minat dan perhatian masyarakat Kecamatan Ranuyoso khususnya.

“Sejak itulah, masyarakat Kecamatan Ranuyoso khususnya banyak yang memelihara kelinci berbagai jenis mulai harga yang murah hingga harga termahal. Tak lama kemudian, kami bersama rekan-rekan membentuk panitia kerapan kelinci itu mas,” papar Rohmad.
Menurutnya, kerapan kelinci ini sudah berjalan sekitar 3 tahun dan setiap tahunnya  3 hingga 4 kali kerapan kelinci digelar. Dan alhamdulillah, semenjak itu harga kelinci terus merangkak naik hingga menembus jutaan perjodoh. Kalau dulu harga kelinci yang bagus perjodoh harganya tidak jauh dari 150 hingga 250 ribu , sekarang sudah menembus hingga 1 juta perjodoh.

“Kelinci Bonde Bantaran Probolinggo yang meraih sepeda motor itu harganya sama dengan harga sapi dan sempat ditawar 5 juta mas. Kelinci Bonde di akhir tahun 2014 kemarin meraih hadiah kulkas dan sepeda federal mas,” ungkap Rohmad.

Nasir, salah satu peserta menambahkan, melalui kerapan kelinci ini pengembangan populasi ternak kelinci di wilayah Kabupaten Lumajang akan terus meningkat. “Harga kelinci mulai berada diatas angin kondisi ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat peternak kelinci. Semenjak ada kerapan kelinci, harga kelinci cukup fantastik. Tapi perawatannya untuk dijadikan kelinci juara susah dan kudu telaten mas,” tambah Nasir. (cho)

Saturday, 2 May 2015

Waspada..!! Boraks dan Rhodamin

Lumajang, Memo_Dihimbau bagi masyarakat Lumajang dan sekitarnya agar berhati-hati dan teliti  dalam membeli makanan dan jajanan yang dijual bebas seperti di sekolah-sekolah atau di pasar. Pasalnya, belakangan ini banyak ditemukan makanan dan jajanan mengandung Boraks dan Rhodamin yang keduanya merupakan senyawa kimia yang sangat membahayakan bagi kesehatan.
Makanan berbahaya

Kasubid Kemanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Santoso kepada sejumlah media saat berada di Ketahanan Pangan Pemkab Lumajang menjelaskan, Boraks adalah senyawa kimia yang bisa mengembang dan apabila dicampurkan pada makanan atau jajanan, akan teras kenyal. Sedang Rodhamin sebuah zat pewarna kain yang juga berfungsi sebagai campuran pembersih mulut, kosmetika serta campuran sabun.

Jika dua zat kimia itu dicamp[urkan pada makanan atau jajanan, tentunya sangat berdampak buruk pada kesehatan manusia disemua golongan.”Siapapun yang mengkonsumsi makanan yang mengandung Boiraks dan Rodhamin, dalam waktu sekian tahun kedepan akan terserang penyakit kangker, gagal ginjal serta jantung,”tutur Santoso

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Pemkab Lumajang Khairil Diani mengatakan pihaknya telah menerima hasil sampel dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dimana ada belasan makanan dan jajanan yang terbukti berbahaya. Dari 60 jenis makanan yang diambil sampel oleh BPOM di akhir tahun 2014 kemarin, baru 46 jenis makanan atau jajanan yang aman.

”14 jenis makanan yang lain tidak aman, karena terbukti mengandung Boraks dan Rodhamin. Dengan rincian 8 makanan mengandung Rodhamin sedang 6 makanan lagi mengandung Boraks. Kami kaget dan terkejut mendengarnya mas,”ungkap Khairil

Masih kata Khairil, untuk mengantisipasi makanan dan ajajanan yang mengandung Boraks dan Rodhamin tidak terus dikonsumsi bebas oleh masyarakat utamanya peserta didik di sekolah-sekolah se Kabupaten Lumajang, pihaknya segera akan berkoordinasi dengan sejumlah istansi terkait mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta sejumlah instansi  terkait lainnya dalam rangka pencegahan agar makanan atau jajanan yang mengandung Boraks dan Rodhamin tidak lagi dikonsmsi oleh masyarakat Lumajang Khususnya.

Pinjaman Fiktif KPRI Wira Bhakti Mulai Diusut

“Kami bersama sejumlah instsansi terkait akan segera melakukan pengecekan dan pencegahan secara maksimal, mulai dari kantin-kantin sekolah, pasar dan warung-warung milik warga tujuannya agar makanan atau jajanan yang dijualnya benar-benar tidak mengandung boraks dan Rodhamin,”pungkasnya (cho)

Tuesday, 28 April 2015

Jalan Provinsi Rusak Parah

Lumajang, Memo_Kondisi Jalan Nasional mulai Jalan Raya Kecamatan Pasirian, Tempeh, Lumajang Kota, Kecamatan Sukodono hingga Jalan Kecamatan Kedungjajang arah menuju Surabaya mengalami  kerusakan yang cukup parah.
Sugeng Priono

Selain banyak ditemukan aspal mengelupas, jalan berlubang bahkan kondisi jalan banyak yang bergelombang. Meski kondisi jalan sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berkewenangan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap jalan dimaksud hingga saat ini belum terlihat melakukan perbaikan.

Kondisi jalan ini mulai disoal oleh warga dan pengguna jalan. Betapa tidak, dengan kondisi rusak parah dan tidak segera dilakukan perbaikan oleh pihak terkait, sangat mengganggu terhadap aktifitas keseharian warga serta pengguna jalan yang keluar masuk Lumajang.

“Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan komplain kepada pemerintah Provinsi Jatim dengan mengatas namakan warga dan pengguna jalan, agar kerusakan jalan  ini segera diperbaiki,” terang Muhdor warga Desa/Kecamatan Candipuro.

Menurutnya, kalau kerusakan jalan mengelupas aspalnya itu hal biasa. Tapi yang terjadi di sepanjang Jalan Desa Pasirian hingga Desa Kedungjajang arah Surabaya, Jalan rusak berlubang dan bergelombang bahkan ada beberapa titik ruas jalan yang ambles dan kondisi jalan ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua.

“Banyak kami temukan jalan itu berlubang-lubang dan lebar-lebar, saking banyaknya hingga tak bisa kami hitung. Sebagian jalan kami temukan ada yang ambles. Menurut Kami, coba Dishub bersama pihak terkait agar membatasi muatan pasir sesuai ketentuan biar kondisi jalan tidak semakin parah,” tegas Muhdor.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang, Sugeng Priono kepada Memo menjelaskan, meski pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan Nasional itu, pihaknya sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dishub Provinsi Jatim mengenai kondisi jalan.
“Dinas PU dan Dishub Provinsi Jatim bersama UPT yag ada di Jember beberapa hari yang lalu sudah meninjau kondisi jalan, bahkan sempat melakukan pengukuran. Mudah-mudahan segera dilakukan perbaikan. Karena yang merasakan kerusakan jalan ini adalah kami bersama masyarakat Lumajang. Makanya kami tidak sungkan-sungkan berkoordinasi dengan PU Provinsi itu mas,” tegas Sugeng Priono (cho)

Monday, 27 April 2015

Hujan Semalaman Sebabkan Longsor Batu

Lumajang, Memo_Tebing setinggi kurang lebih 12 meter yang ada di samping jembatan Perak, Piket Nol Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro tiba-tiba ambrol. Hal itu diakibatkan, karena lokasi tersebut diguyur hujan semalaman. Sehingga, arus lalu lintas Lumajang-Malang terganggu karena material longsor menutup sebagian jalan.
Piketnol

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/4) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. di Jalur Kilometer 56 Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Informasinya, sejak sore hari hujan lebat terus mengguyur lokasi tersebut. Diduga karena tanah yang ada bagian bawah tebing itu tidak kuat, akhirnya ambrol.

Malam itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang disebabkan oleh material yang jatuh ke jalan,” terang Waluyo (45) warga yang tinggal tak jauh dari lokasi longsor itu. Selain tanah, batu besar yang ada di atas tebing itu juga ikut longsor dan menghadang sebagian jalan. Beruntung, saat itu kondisi jalan sedang sepi sehingga tidak sampai memakan korban.

Tak pelak, warga yang akan melintas di lokasi tersebut harus ekstra hati-hati. Agar bisa selamat ketika melintasi jalur itu, para pengguna jalan terpaksa harus bergantian untuk bisa melintas pada jalur itu. “Para pengguna jalan terpaksa harus bergantian lewat sisi jalan yang utuh,” terangnya.

 Serah Terima Jabatan Bupati

Agar jalur itu bisa digunakan lagi, beberapa warga setempat bersama aparat TNI bergotong royong melakukan pembersihan material longsor yang berserakan di tengah jalan. Agar batu besar yang ada di tengah jalan itu bisa disingkirkan, warga kemudian bergantian membelah batu besar tersebut.

Tak kurang dari dua jam kemudian, batu besar dan tanah longsor yang berserakan di tengah jalan itu bisa disingkirkan. Selanjutnya, jalur Lumajang-Malang akhirnya lancar kembali. ”Alhamdullilah Mas, berkat bantuan warga dengan TNI akhirnya longsoran batu dan tanah bisa disingkirkan,” Kepala Desa Setempat. (tri)

Thursday, 23 April 2015

Parkir Sembarangan, Motor Digiring ke Sat Lantas

Lumajang, Memo_Melanggar rambu-rambu larangan parkir di sepanjang Jalan Alun-Alun Lumajang, belasan sepeda motor  diamankan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang yang sedang melakukan operasi penertiban sekitar pukul 09.30 WIB kemarin pagi. 
penertiban motor

“Belasan sepeda motor ini terpaksa kami amankan. Selain melanggar rambu-rambu larangan parkir, ketika ditanya surat-suratnya semua pemilik motor ini tidak bisa menunjukkan. Belasan sepeda motor ini, kami serahkan ke Sat Lantas Polres Lumajang untuk ditindak tegas dengan surat tilang mas,” ungkap Sudarwi salah satu petugas Dishub Lumajang.

Ditanya bagaimana apabila nanti para pemilik sepeda motor hendak mengurusnya, Sudarwi mengatakan para pemilik motor yang terjaring dalam penertiban langsung mengurus ke Sat Lantas Polres Lumajang dengan membawa surat-surat sepeda motor yang sah.

“Soal penindakan, merupakan kewenangan penuh petugas Sat Lantas Polres Lumajang. Kami dari Dishub sebatas melakukan penertiban,” ungkapnya lagi.

Sejak seputar Jalan Alun-Alun Lumajang  dipasang rambu-rambu larangan parkir, pihaknya tak henti-hentinya melakukan sosialiasasi terkait rambu-rambu larangan parkir. Namun, hingga saat ini masih saja banyak pemilik kendaraan, utamanya sepeda motor yang mokong dan tetap memarkir di tempat larangan parkir.

Pabrik Kayu Bodong, Melimpah

Dulu, kendaraan yang kedapatan melanggar rambu-rambu larangan parkir, langsung digembosi bannya, dengan harapan agar pemilik kendaraan kapok dan tidak lagi melakukan pelanggaran lagi. ”Sekarang tidak, kendaraan yang kedapatan melanggar rambu-rambu larangan parkir, langsung kami serahkan pada Sat Lantas agar ditindak tegas dengan surat tilang. Karena kewenangan untuk menindak adalah polisi Mas,” pungkas Sudarwi (cho)

Wednesday, 22 April 2015

2016 Jalur Wisata di Lumajang akan Diperbaiki Maksimal

Lumajang, Memo_Sejauh ini keberadaan lokasi wisata yang ada di kabupaten Lumajang masih banyak menuai kendala, salah satunya jalan menuju ke lokasi wisata yang kondisinya rata-rata sudah rusak dan perlu adanya perbaikan segera.
wisata alam lumajang

Seperti Jalan menuju ke lokasi wisata di atas awan yang lebih dikenal dengan sebutan wisata B-29 yang terletak di puncak Desa Argosari Kecamatan Senduro, Wisata puncak gunung semeru yang terletak di puncak Desa Ranupani, Kecamatan Senduro dan wisata air terjun cuban sewu yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Pemerintah Kabupaten Lumajang Drs. Gawat Sudarmanto saat ditemui sejumlah media di kantornya mengatakan, secara umum kondisi jalan menuju tempat wisata memang waktunya untuk dilakukan perbaikan mengingat kondisi sudah rusak parah.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sebagian titik jalan menuju ke tempat wisata sudah dilakukan perbaikan. Namun, perbaikan itu pada titik yang menjadi prioritas,” ungkap Gawat Sudarmanto.

Secara terpisah Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, keberadaan akan kondisi jalan menuju ke sejumlah lokasi wisata yang kondisinya sangat memperihatinkan ini memang harus mendapat perhatian seius dari pemerintah.

“Insaalloh di tahun 2016 mendatang, semua jalan menuju ke lokasi wisata sudah dilakukan perbaikan secara maksimal. Hal lain yang menjadi pertimbangan, Lumajang harus memiliki Ikon Kota wisata yang menjadi andalan kabupaten Lumajang dan mudah untuk dikunjungi,” ungkap Indah Amperawati.

Masih kata Indah, apabila semua jalan menuju ke lokasi wisata seperti Jalan menuju wisata B-29, Puncak Gunung Semeru dan Air Terjun Cuban Sewu sudah diperbaiki dan nyaman dilalui, dipastikan ke depan angka pengunjung atau wisatawan baik dalam kota maupun luar akan terus meningkat dan membludak.

Penanam Ganja di Lahan Bekas Cafe, Alumni Unej?

“Wong kondisi jalannya rusak seperti ini saja, pengunjung wisata B-29 dari berbagai kota sudah membludak. Bagaimana nanti apabila jalan menuju ke wisata ini sudah diperbaiki. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana ramainya Lumajang nanti. Apabila di semua lokasi wisata ramai pengunjung, sudah jelas ekonomi warga sekitar pasti akan terdongrak dengan bagus,” pungkas Indah Amperawati (cho)

Tuesday, 21 April 2015

The Colour Bike, jadi Ajang Promosi Wisata Alam di Lumajang

sepedaan malam

Lumajang, Memo_Untuk menciptakan ciri khas komunitas olah raga bersepeda di wilayah kota pisang, pemerintah Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan salah satu Event Organizer (EO) ternama menggelar giat olah raga bersepeda yang dilakukan pada malam hari  dengan tema Sepedaan Malam (The Colour Bike 2015) penuh kelap kelip.

Sepedaan Malam (The Colur Bike) yang baru pertama dilaksanakan di Kabupaten Lumajang  diikuti oleh sekitar seribu peserta. Hampir dua ratus peserta berasal dari luar kabupaten Lumajang seperti peserta dari kabupaten Jember yang diikuti oleh puluhan Camat Se Kabupaten Jember, Malang, Bondowoso Banyuwangi dan Bali, serta diikuti oleh peserta umum.

Turut ambil bagian dalam acara sepedaan malam (The Colour Bike 2015) di Lumajang ini, belasan peserta dari Kabupaten Probolinggo Kota yang langsung didampingi oleh Walikota Probolinggo HJ Rukmini bersama Sekkota Johny Haryanto.

Hampir seribu peserta sepedaan malam dilepas oleh Bupati Lumajang Drs H. As’at Malik dengan didampingi oleh Sekda Lumajang Buntaran Supriyanto, Walikota Probolinggo HJ Rukmini bersama Sekkota Johny Haryanto dan ketua panitia Suigsan sekitar pukul 19.35 WIB dari garis start Jalan Alun-Alun Utara depan Kantor Pemkab Lumajang.

Bupati Lumajang Drs H. As’at Malik dalam sambutannya mengatakan sepedaan malam (The Colour Bike 2015) ini bukan sekedar berolah raga, melalui giat ini secara tidak langsung pemerintah kabupaten Lumajang bisa memperkenalkan sejumlah tempat wisata yang belakangan nge-trend di wilayah Lumajang.

Menurutnya, ini kreativitas baru yang hanya dimiliki oleh Kabupaten Lumajang dan harus mendapat dukungan dari semua pihak, dalam rangka menarik wisatawan lebih banyak lagi yang datang ke Lumajang.

“Selamat datang dan terima kasih untuk Walikota Probolinggo HJ Rukmini bersama rombongannya bisa datang langsung dalam memeriahkan acara sepedaan Malam yang insaalloh akan dijadikan acara tahunan,” ungkap Bupati Lumajang  Drs. H. As’at Malik.

Kenal 2 Bulan, Kencan 2 Kali

Secara terpisah ketua panitia sepeda malam Suigsan menjelaskan even ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Lumajang. “Ini satu-satunya olah raga bersepeda yang beda dari kabupaten lainnya. Meski cukup unik, namun acara ini sangat meriah sekali. Mudah-mudahan acara sepeda malam (The Colour Bike 2015) ini bisa dijadikan acara tahunan,” jelas Suigsan.

Reza sekretaris panitia menambahkan, peserta yang ikut dalam kegiatan sepeda malam (The Colour Bike 2015) di Lumajang ini, akan mendapat kejutan di sepanjang perjalanan mengingat  ada jalur warna warni, jalur misteri dan jalur kejutan.

”Acara olah raga bersepeda di Lumajang ini memang beda dengan yang lain. Makanya, pesertanya tidak hanya datang dari Lumajang tetapi datang dari sejumlah kabupaten lain, seperti Probolinggo, Malang, Surabaya, Mojokerto, Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Bali. Tahun depan, insalloh peserta dari Jabotabek kami undang,” tambah Reza (cho)

Saturday, 18 April 2015

Kesadaran Masyarakat Kurang, Parkir Liar Jaya

Parkir liarLumajang, Memo_Dalam rangka menciptakan Kabupaten Lumajang tertib, setiap pagi dan sore petugas gabungan antara Sat Lantas Polres Lumajang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang terus melakukan penertiban parkir yang terletak di sepanjang Jalan PB Sudriman sebelah kiri jalan.

Meski hampir setiap hari telah dilakukan penertiban, masih saja banyak warga yang memarkir sepeda motornya di tempat larangan parkir. Karena dinilai mokong alias bandel, petugas pun langsung menindak tegas dengan surat tilang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang Rochani melalui Sekretaris  Dinas (Sekdin) Sugeng Priono ketika dikonfirmasi sejumlah media di kantornya menjelaskan, sejak beberapa bulan kemarin pihaknya bekerja sama dengan kepolisian Polres Lumajang untuk menekan pelanggaran yang ada di sepanjang Jalan PB Sudirman.

Tetapi, upaya yang dilakukan itu belum membuahkan hasil yang maksimal. ”Kami bersama polisi sudah melakukan sosialisasi sekaligus penertiban dengan harapan agar masyarakat bisa memahami soal rambu-rambu larangan parkir. Namun kesadaran masyarakat masih belum terlihat. Tidak ada pilihan lain kecuali terus dilakukan penertiban dan kudu telaten mas,” ungkap Sugeng Priono.

Masih kata Sugeng Priono, semrawutnya tempat parkir di sepanjang Jalan PB Sudirman  hingga Adipura disebabkan kesalahan pemilik kendaraan atau pengguna jalan itu sendiri. Misalkan pemilik kendaraan itu mematuhi terhadap aturan lalu lintas yang baik dan tidak memarkir kendaraannya di larangan tempat parkir, maka parkir liar itu tidak akan ada.

Naskah Unas Salah, Naskah dengan CD Tidak Sama

Sesuai dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Retribusi Negara, Parkir itu hanya bisa dilakukan dan dikelola oleh petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang sendiri.

”Parkir liar yang hampir setiap hari kita tertibkan itu sudah menyalahi amanah Undang-Undang. Makanya kami bersama pihak kepolisian terus melakukan penertiban. Bagi yang mokong, tetap kami tindak tegas dengan surat tilang,” pungkas Sugeng Priono (cho)

Naskah Unas Salah, Naskah dengan CD Tidak Sama

unasLumajang, Memo_Setelah dua hari Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA berjalan dengan baik, memasuki hari ke-tiga tepatnya Rabu (15/4) 2015 naskah Unas mata pelajaran bahasa Inggris khusus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bermasalah. Betapa tidak, materi yang ada di dalam CD tidak sama dengan naskah soal yang disajikan pada peserta Unas.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lumajang Soetatik saat dikonfirmasi sejumlah media menjelaskan, awalnya peserta didik dan para pengawas tidak mengetahui adanya kesalahan soal naskah  Unas tidak sama dengan materi yang ada di CD. Karena pendistribusian naskah Unas tersebut tidak langsung ke sekolah ke sekolah-sekolah penyelenggara Unas.

Melainkan melalui rayon  dengan mendapat pengawalan ketat baik dari Dispendik maupun dari pihak kepolisian Polres Lumajang. “Kesalahan itu baru diketahui saat sejumlah peserta bingung karena materi dan soal itu tidak sama. Karena bingung peserta Unas komplain pada pengawas,” tutur Soetatik.

Setelah dicrosscek oleh pengawas dengan melibatkan sejumlah guru bahasa inggris, ternyata benar kalau materi yang ada di CD tidak sama dengan naskah soal Unas. Melihat kenyataan ini, pihaknya langsung menghubungi semua SMK baik yang negeri maupun yang swasta guna memastikan kesalahan itu.

Semua SMK se-Kabupaten Lumajang mengalami hal yang sama seperti di SMK Negeri 1 Lumajang ini. “Kami langsung menghubungi Dispendik Jawa Timur melalui petugas pendistribusian soal naskah Unas Pak Kayanto dan menyampaikan jika di Lumajang ada kesalahan soal naskah Unas tidak sama dengan materi yang ada di CD. Jawabnya, memang ada kesalahan di seluruh Jatim,” ungkapnya.

 Ngotot Baru Sekali Maling Sapi

Saat disinggung apakah kedepan ada ujian susulan khusus mata pelajaran bahasa inggris, Soetatik mengaku semua permasalahan pada Unas hari ketiga ini diserahkan sepenuhnya pada Dispendik Kabupaten Lumajang dan Dispendik Provinsi Jawa Timur.

”Misalkan kami disuruh untuk melaksanakan ujian susulan khusus mata pelajaran bahasa Inggris, tentu kami akan berkoordinasi dengan Dispendik Kabupaten Lumajang. Untuk sementara ini, ya kami diam menunggu perintah atasan selanjutnya. Ngomong Naskah Unas yang salah, saat ini masih dibungkus lagi oleh para guru untuk segera dikembalikan ke Dispendik Provinsi Jatim mas,” pungkasnya (cho)

Saturday, 11 April 2015

Naskah Unas Dijaga Ketat

Asep BambangLumajang, Memo_Naskah Ujian Nasional (Unas) untuk sekolah tingkat SMA pada Kamis (9/4) sekira pukul 07.00 WIB sudah diamankan di salah satu ruangan di Mapolres Lumajang dengan mendapat penjagaan ketat dari petugas gabungan antara pihak kepolisian maupun dari petugas Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.

Kasubag humas Polres Lumajang AKP Sugianto kepada sejumlah media mengatakan, berkas Ujian Nasional (Unas) sekolah tingkat SMA sudah berada dalam pengawasan jajarannya terhitung sejak Kamis pagi tadi.”Sekarang naskah Unas itu dijaga ketat oleh petugas gabungan antara Polres Lumajang bersama Diknas secara bergantian,”papar AKP Sugianto

Pengamanan extra ketat terhadap naskah Unas ini terpaksa dilakukan tujuannya mengantisipasi terjadinya kebocoran naskah Unas itu terhadap peserta didik yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.”Kami bersama Dispendik Kabupaten Lumajang  tidak mau kecolongan hal-hal seperti itu. Makanya pengamanan benar-benar dilakukan dengan ketat sekali,”ungkapnya

Menurutnya, menurut keterangan petugas Dispendik Kabupaten Lumajang naskah Unas ini dikirim langsung oleh Dispendik Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.”Dalam pengiriman juga mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan petugas dari Dispendik,”ungkapnya lagi

Listrik Padam, BRI Dibobol Maling

Masih kata AKP Sugiyanto, naskah unas ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara Unas se Kabupaten Lumajang 2 jam sebelum Unas dilaksanakan.”Saat pendistribusian ke sekolah-sekolah nanti, juga mendapat pengawalan ketat dari kepolisian maupun dari Dispendik,”pungkasnya

Sementara itu Sekretaris Dispendik Kabupetn Lumajang Asep Bambang menghimbau kepada seluruh peserta Unas tanpa terkecuali agar tetap fokus untuk belajar yang lebih giat lagi agar Unas mendatang bisa meraih nilai yang maksimal.

”Masih ada waktu 7 hari lagi, belajar dan terus belajar. Kalau melihat persiapan yang sudah dilakukan oleh para guru dan kesiapan para peserta Unas, kami Optimis kelulusan bisa mencapai 100 persen,”tambah Aserp Bambang (cho)

Thursday, 9 April 2015

Lumajang Pasti Raih Adipura Lagi

Piala adipuraLumajang, Memo_Menjelang penilaian Adipura tahap kedua, pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang melakukan rapat Koordinasi dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sejumlah Camat dan Kepala Sekolah Khusus wilayah Kecamatan Kota Lumajang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lumajang Nurul Huda kepada Memo mengatakan, hasil penilaian Adipura tahap pertama yang dilaksanakan pada Bulan Oktober 2014 yang lalu Kabupaten Lumajang memperoleh  nilai 75,53 masuk dalam 3 besar untuk kategori kota sedang di Jawa Timur.

Sedang penilaian tahap kedua dijadwalkan pada awal hingga pertengahan Bulan April 2015 mendatang. Dalam rapat koordinasi ini kami berharap semua SKPD, Camat, sekolah dan perkantoran lainnya untuk segera membenahi apa yang dianggap kurang bagus.”95 persen penilaian yang ditekankan untuk fisik lapangan dan 5 persen sisanya untuk penilaian manajemen,”ungkap Nurul Huda

Stasiun Jatiroto Resmi jadi Stasiun Penumpang

Masih kata Nurul, program Adipura merupakan salah satu program strategis Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam pengelolaan lingkungan perkotaan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan mendorong partisipasi masyarakat untuk menciptakan kota bersih, sehat dan hijau.

Tidak hanya itu program Adipura ini juga dalam rangka menciptakan kota berwawasan lingkungan dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah, pengelolaan ruang terbuka hijau dan pengendalian pencemaran air dan pengendalian pencemaran udara.

“Kalau melihat kondisi kota Lumajang sudah berubah lebih baik, lebih bersih seperti ini, kami optimis kabupaten Lumajang akan meraih piala Adipura di tahun 2015 ini. Kami bersama SKPD Camat dan sekolah-sekolah sepakat melengkapi apa yang masih kurang, memperbaiki  yaNg dianggap masih kurang bagus dan sudah selesai mas,”pungkas Nurul (cho)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 Muachrus All Rights Reserved.
back to top