Jirigen Meledak Malah Ditinggal Kabur
Posted by
Unknown on Saturday, 24 January 2015
Lumajang, Memo_Tragis yang dialami oleh pengecer bensin yang tidak diketahui namanya ini.
Jumat (23/1) siang, sekira pukul 10.30 Wib. di jalan Umum Dusun Kembang, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko. Rokib (50), saksi mata yang melihat langsung kejadian itu menjelaskan, saat itu korban berjalan dari arah timur dengan membonceng 4 jirigen besar yang berikisikan BBM Premium.
Ketika dilokasi, tiba-tiba keluar api dari bawah salah satu jirigen yang diboncengnya. Mengetahui hal itu, korban segera mengehentikan laju kendaraanya dan menepi. Melihat api yang semakin membesar, korbanpun panik lalu melompat dari atas sepeda motornya sambil teriak minta tolong.
“Tadi orangnya sempat teriak minta tolong namun setelah itu menghilang,” terangnya. warga yang mengetahui kejadian itu, langsung berhamburan dari dalam rumah masing-masing. Bluaar.. salah satu jirigen lagi meledak yang diikuti jirigen lainnya. Tak pelak, kobaran api semakin membesar dan mengalir ke jalan aspal.
Sementara itu, para ibu-ibu yang melihat kobaran api menjalar kemana-mana, hanya bisa teriak histeris sambil minta tolong. Takut kobaran api merembet dan membakar rumah, beberapa warga kemudian berusaha memadamkan kobaran api itu dengan menggunakan pasir dan tanah.
“Saat itu kami kesulitan untuk memadamkan apinya Pak. Pasalnya, yang terbakar itu adalah bahan bakar jenis premium,” jelas salah satu warga lain. Hampir sekitar sepuluh menit kemudian, kobaran api mulai menyusut lalu padam dengan sendirinya. Tidak ada korban jiwa dalam musiobah itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah
Untuk melihat seberapa besarnya kobaran api pada saat itu, bisa dilihat dari pagar tembok milik warga menghitam serta pohon yang ada dipinggir jalan ikut hangus dan layu. “Untung bahan atap itu terbuat dari besi Pak. Jika dari kayu, mungkin akan ikut terbakar,” jelas warga lagi.
Akibat musibah itu, sepeda motor korban ludes dan hanya menyisahkan rangkanya saja. Herannya, korban saat itu sudah tidak ada dilokasi kejadian. Diduga, korban sengaja melarikan diri ketika melihat kobaran api yang sempat membakar tembok milik warga. “Mungkin ia takut dimintai ganti rugi, akhirnya ia memilih kabur,”ungkap Sodig (42), salah satu warga yang ikut memadamkan api.
Belakangan diperoleh kabar, jika korban kebakaran itu adalah warga Desa Burno, Kecamatan Senduro. Kabar tersebut, dibuktikan dari sepeda motor Honda Supra milik korban yang tinggal kerangkanya saja. “Kalau tidak salah, korban adalah warga Burno Pak. Sebab saya tahu, kalau kulakan BBM ia selalu mengendarai sepeda motor ini,” terang salah satu pengecer bensin yang kerap bersamaan dengan korban ketika kulakan BBM di SPBU.
Petugas dari Polsek Sumbersuko yang tiba dilokasi, langsung mengevakuasi kendaraan korban yang kondisinya sudah tidak utuh lagi dengan menggunakan mobil patroli. “Karena korban masih belum ada, terpaksa sepeda motor ini saya bawa untuk saya amankan di Mapolsek,” tegas petugas kepada Memo. (tri)
Jumat (23/1) siang, sekira pukul 10.30 Wib. di jalan Umum Dusun Kembang, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko. Rokib (50), saksi mata yang melihat langsung kejadian itu menjelaskan, saat itu korban berjalan dari arah timur dengan membonceng 4 jirigen besar yang berikisikan BBM Premium.
Ketika dilokasi, tiba-tiba keluar api dari bawah salah satu jirigen yang diboncengnya. Mengetahui hal itu, korban segera mengehentikan laju kendaraanya dan menepi. Melihat api yang semakin membesar, korbanpun panik lalu melompat dari atas sepeda motornya sambil teriak minta tolong.
“Tadi orangnya sempat teriak minta tolong namun setelah itu menghilang,” terangnya. warga yang mengetahui kejadian itu, langsung berhamburan dari dalam rumah masing-masing. Bluaar.. salah satu jirigen lagi meledak yang diikuti jirigen lainnya. Tak pelak, kobaran api semakin membesar dan mengalir ke jalan aspal.
Sementara itu, para ibu-ibu yang melihat kobaran api menjalar kemana-mana, hanya bisa teriak histeris sambil minta tolong. Takut kobaran api merembet dan membakar rumah, beberapa warga kemudian berusaha memadamkan kobaran api itu dengan menggunakan pasir dan tanah.
“Saat itu kami kesulitan untuk memadamkan apinya Pak. Pasalnya, yang terbakar itu adalah bahan bakar jenis premium,” jelas salah satu warga lain. Hampir sekitar sepuluh menit kemudian, kobaran api mulai menyusut lalu padam dengan sendirinya. Tidak ada korban jiwa dalam musiobah itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah
Untuk melihat seberapa besarnya kobaran api pada saat itu, bisa dilihat dari pagar tembok milik warga menghitam serta pohon yang ada dipinggir jalan ikut hangus dan layu. “Untung bahan atap itu terbuat dari besi Pak. Jika dari kayu, mungkin akan ikut terbakar,” jelas warga lagi.
Akibat musibah itu, sepeda motor korban ludes dan hanya menyisahkan rangkanya saja. Herannya, korban saat itu sudah tidak ada dilokasi kejadian. Diduga, korban sengaja melarikan diri ketika melihat kobaran api yang sempat membakar tembok milik warga. “Mungkin ia takut dimintai ganti rugi, akhirnya ia memilih kabur,”ungkap Sodig (42), salah satu warga yang ikut memadamkan api.
Belakangan diperoleh kabar, jika korban kebakaran itu adalah warga Desa Burno, Kecamatan Senduro. Kabar tersebut, dibuktikan dari sepeda motor Honda Supra milik korban yang tinggal kerangkanya saja. “Kalau tidak salah, korban adalah warga Burno Pak. Sebab saya tahu, kalau kulakan BBM ia selalu mengendarai sepeda motor ini,” terang salah satu pengecer bensin yang kerap bersamaan dengan korban ketika kulakan BBM di SPBU.
Petugas dari Polsek Sumbersuko yang tiba dilokasi, langsung mengevakuasi kendaraan korban yang kondisinya sudah tidak utuh lagi dengan menggunakan mobil patroli. “Karena korban masih belum ada, terpaksa sepeda motor ini saya bawa untuk saya amankan di Mapolsek,” tegas petugas kepada Memo. (tri)
0 Komentar:
Post a Comment